X

Pengertian Sibernetika

Pengertian Sibernetika – Sibernetika adalah ilmu tentang proses komunikasi dan kontrol pada organisme dan mesin hidup. Sibernetika menganalisis kemampuan manusia, hewan, dan beberapa mesin untuk merespons atau melakukan penyesuaian berdasarkan masukan dari lingkungan. Proses respons atau penyesuaian ini disebut umpan balik atau kontrol otomatis. Umpan balik membantu orang dan mesin mengendalikan tindakan mereka dengan memberi tahu mereka apakah mereka melanjutkan ke arah yang benar.

Misalnya, termostat rumah tangga menggunakan umpan balik ketika menyalakan atau mematikan tungku berdasarkan pengukuran suhu. Manusia, di sisi lain, adalah sistem yang sedemikian rumit sehingga tindakan paling sederhana melibatkan putaran umpan balik yang rumit. Sebuah tangan mengambil segelas susu dipandu terus menerus oleh otak yang menerima umpan balik dari mata dan tangan. Otak memutuskan secara instan di mana memegang gelas dan di mana mengangkatnya untuk menghindari tabrakan dan mencegah susu tumpah.

Mekanisme kontrol umpan balik yang paling awal diketahui dikembangkan oleh penemu Skotlandia James Watt pada 1788. penemu mesin uap Watt yang menjaga mesin berjalan pada tingkat yang konstan.

Sistem untuk memandu rudal

Prinsip-prinsip untuk kontrol umpan balik pertama kali didefinisikan dengan jelas oleh ahli matematika Amerika Norbert Wiener (1894–1964). Bersama rekannya, Julian Bigelow, Wiener bekerja untuk pemerintah AS selama Perang Dunia II (1939-1945), mengembangkan sistem panduan radar dan rudal menggunakan pemrosesan informasi otomatis dan kontrol mesin.

Setelah perang, Wiener terus bekerja dalam penelitian umpan balik mesin dan manusia. Pada tahun 1950, ia menerbitkan The Human Use of Human Beings: Cybernetics and Society. Dalam karya ini, Wiener mengingatkan bahwa peningkatan ketergantungan pada mesin dapat memulai penurunan kemampuan intelektual manusia. Wiener juga menciptakan kata “cybernetics,” yang berasal dari kata Yunani kybernetes artinya”pengemudi”.

Pengertian Sibernetika

Istilah untuk diketahui

Artificial Intelegence (AI): Ilmu yang berupaya meniru kecerdasan manusia dengan komputer.

Umpan balik: Informasi yang memberi tahu sistem tentang apa hasil tindakannya.

Robotika: Ilmu yang berkaitan dengan desain dan konstruksi robot.

Industri cybernetic

Dengan munculnya komputer digital, prinsip-prinsip cybernetic seperti yang dijelaskan oleh Wiener diterapkan pada tugas-tugas yang semakin kompleks. Hasilnya adalah mesin dengan kemampuan praktis untuk melakukan pekerjaan yang bermakna. Pada tahun 1946, Delmar S. Harder merancang salah satu sistem paling awal untuk mengotomatisasi pembuatan mesin mobil di Ford Motor Company. Sistem ini melibatkan unsur pemikiran yaitu mesin mengatur diri mereka sendiri, tanpa pengawasan manusia, untuk menghasilkan hasil yang diinginkan. Otomatisasi jalur perakitan Harder menghasilkan satu mesin mobil setiap 14 menit, dibandingkan jika sebelumnya memakai pekerja manusia yaitu 21 jam.

Pada tahun 1960-an dan 1970-an, bidang sibernetika, robotika, dan kecerdasan buatan mulai meroket. Sejumlah besar industri dan pabrik membuat dan memasang sistem cybernetic seperti robot di tempat kerja. Pada tahun 1980, ada sekitar 5.000 robot industri di Amerika Serikat. Pada awal abad kedua puluh satu, para peneliti memperkirakan ada sebanyak 500.000.

Banyak penelitian sekarang difokuskan pada pembuatan komputer yang meniru cara kerja pikiran manusia. Tujuan akhirnya, dan bidang penelitian yang berkelanjutan di bidang ini, adalah produksi komputer saraf, di mana arsitektur otak manusia direproduksi. Sistem akan dibawa oleh transistor dan resistor yang bertindak seperti neuron, akson, dan dendrit di otak. Keuntungan dari komputer saraf adalah mereka akan dapat tumbuh dan beradaptasi. Mereka akan mampu belajar dari pengalaman masa lalu dan mengenali pola yang akan memungkinkan mereka untuk beroperasi secara intuitif, pada tingkat yang lebih cepat, dan dengan cara yang dapat diprediksi.

Categories: Ilmu Pendidikan