8 Jenis Kecerdasan dalam Diri Manusia

8 Jenis Kecerdasan dalam Diri Manusia

8 Jenis Kecerdasan dalam Diri Manusia – Kecerdasan majemuk pada dasarnya merupakan pengembangan dari kecerdasan otak (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Setiap orang memiliki cara yang unik untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapinya. Kecerdasan merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk melihat suatu masalah, lalu menyelesaikan masalah atau membuat sesuatu yang berguna bagi orang lain (Handy Susanto, 2011). Setiap orang mempunyai 8 kecerdasan atau lebih. Pada umumnya orang dapat mengembangkan setiap kecerdasan sampai pada tingkat penguasaan yang memadai. Kecerdasan-kecerdasan umumnya bekerja bersamaan dengan cara yang kompleks, tidak berdiri sendirisendiri. Ada banyak cara untuk menjadi cerdas dalam setiap kategori. Ada Delapan Kecerdasan.

8 Jenis Kecerdasan

1. Kecerdasan linguistik

Komponen inti : kepekaan terhadap bunyi, struktur, makna, fungsi kata dan bahasa.Berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, berdiskusi, berargumentasi, dan berdebat. Kondisi akhir terbaik menjadi seorang penulis, wartawan, orator, ahli politik, penyiar radio, presenter, guru, dan pengacara.

2. Kecerdasan Matematis-logis

Komponen inti : kepekaan pada memahami pola- pola logis atau numeris, dan kemampuan mengolah alur pemikiran yang panjang.Berkaitan dengan kemampuan berhitung, menalar, dan berfikir logis, memecahkan masalah. Kondisi akhir menjadi ilmuwan, ahli matematika, ahli fisika, pengacara, psikiater, psikolog, akuntan, dan programmer.

8 Jenis Kecerdasan dalam Diri Manusia

3. Kecerdasan Visual-Spasial

Komponen inti : kepekaan merasakan dan membayangkan dunia gambar dan ruang secara akurat Berkaitan dengan kemampuan menggambar, memotret, membuat patung, dan mendesain. Kondisi akhir terbaik menjadi seniman, arsitek, ahli, strategi, pecatur, desainer, sutradara, fotografer, montir profesional.

Baca:  Perbedaan Antara Teori X dan Teori Y (Perilaku)

4. Kecerdasan musical

Komponen inti : kepekaan dan kemampuan menciptakan dan mengapresiasikan irama, pola titik nada dan warna nada serta apresiasi untuk bentuk ekspresi emosi musikal. Berkaitan dengan kemampuan menciptakan lagu, mendengar nada dari sumber bunyi atau alat-alat musik. Kondisi akhir menjadi komposer, penyanyi, pemain musik, pencipta lagu.

5. Kecerdasan kinestetis

Komponen inti : kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengolah objek, respon dan reflek. Berkaitan dengan kemampuan gerak motorik keseimbangan. Kondisi akhir terbaik menjadi olahragawan, penari, pematung, aktor, dokter bedah.

6. Kecerdasan Interpersonal

Komponen inti : kepekaan mencerna dan merespon secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan keinginan orang lain. Berkaitan dengan kemampuan bergaul dengan orang lain, memimpin, kepekaan sosial yang tinggi negosiasi,bekerja sama, mempunyai empati yang tinggi. Kondisi akhir terbaik menjadi konselor, politikus, pemimpin, inovator.

7. Kecerdasan intrapersonal

Komponen inti : memahami perasaan sendiri dan kemampuan membedakan emosi, pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri. Berkaitan dengan kemampuan mengenali diri sendiri secara mendalam, kemampuan intuitif dan motivasi diri, penyendiri, sensitif terhadap nilai diri dan tujuan hidup. Kondisi akhir terbaik menjadi psikoterapis, pemimpin agama, penasehat, filosof.

8. Kecerdasan naturalis

Komponen inti : keahlian membedakan anggota-anggota spesies, mengenali eksistensi spesies lain, dan memetakan hubungan antara beberapa spesies baik secara formal maupun non formal. Berkaitan dengan kemampuan meneliti gejala-gejala alam, mengklasifikasi, identisifikasi. Kondisi akhir terbaik : peneliti alam, ahli biologi, dokter hewan, aktivis binatang dan lingkungan.

Daftar Pustaka

Suasanto H .“Penerapan Multiple Inteligences dalam Sistem Pembelajaran”, 4(IV) ; 67-75. 2012

About Azhar Al Munawwarah S.Pd M.Pd 439 Articles
Seorang Guru dan Dosen. Aktif melakukan riset di bidang pendidikan dan fisika. Lulusan sarjana pendidikan Universitas Negeri Makassar dan magister Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Artikel dalam website ini valid dan dapat dipercaya kebenarannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*