Desain Penelitian dalam Penelitian Kualitatif

Desain Penelitian KualitatifDesain penelitian adalah rencana keseluruhan studi penelitian Anda. Desain penelitian mendefinisikan jenis studi yang akan Anda lakukan, sub-tipe, masalah penelitian, hipotesis, variabel (dependen dan independen), metode pengumpulan data, dll. Desain penelitian Anda mungkin tergantung pada jenis informasi yang Peneliti ingin ungkap. Dengan demikian, ada perbedaan antara desain penelitian yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

Apa itu Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif bersifat investigatif atau eksplorasi dan digunakan oleh para peneliti untuk mengamati kebiasaan dan perilaku manusia. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis masalah secara mendalam dan mengembangkan teori atau hipotesis. Penelitian kualitatif juga digunakan untuk memahami sebab-sebab yang mendasari, pendapat, motivasi di balik sesuatu dan untuk menemukan tren dalam pendapat dan pemikiran. Penelitian ini dianggap sebagai pendekatan subyektif karena berisi pengamatan dan deskripsi bukan data statistik murni.

Karakteristik Penelitian Kualitatif

  • Pendekatan subyektif
  • Umumnya digunakan dalam ilmu sosial
  • Kompleks dan fokus luas
  • Berdasarkan pengamatan, komunikasi, dan interpretasi individu
  • Dialektika, penalaran induktif
  • Kata-kata sebagai elemen dasar analisis
  • Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan analisis dokumen.

Apa saja Desain Penelitian dalam Penelitian Kualitatif

Desain studi penelitian apa pun akan tergantung pada jenis informasi yang ingin diungkapkan oleh peneliti. Ada berbagai jenis desain penelitian kualitatif; dalam artikel ini, kami membahas 6 desain penelitian kualitatif:

Desain penelitian kualitatif
Desain penelitian kualitatif

Gambar 1: Jenis Desain Penelitian Kualitatif

Teori Dasar (Grounded Theory)

Pendekatan grounded theory adalah pendekatan khusus yang tujuan utamanya adalah mengembangkan teori. Jenis studi ini tidak dimulai dengan hipotesis atau teori yang sudah ada sebelumnya. Sebaliknya, teori tersebut dikembangkan setelah analisis data yang dikumpulkan. Peneliti yang terlibat dalam desain penelitian ini pertama-tama akan mengumpulkan data melalui wawancara, pengamatan, peninjauan catatan atau kombinasi dari metode ini. Peneliti kemudian akan menganalisis data yang dikumpulkan dan melihat ide dan konsep yang berulang, yang akan ditandai dengan kode. Saat analisis data berlangsung, kode akan dikelompokkan ke dalam konsep dan konsep ke dalam kategori. Kategori kemudian akan berfungsi sebagai dasar untuk teori.

Studi Sejarah

Studi sejarah meneliti peristiwa masa lalu untuk memahami kejadian saat ini dan mengharapkan efek potensial di masa depan. Proses ini melibatkan pemilihan topik yang sesuai setelah membaca literatur terkait, mengembangkan pertanyaan penelitian, menemukan inventaris sumber seperti pencapaian, makalah, perpustakaan pribadi, dll., Memverifikasi validitas dan reliabilitasnya, dan mengumpulkan data. Analisis data dalam pendekatan ini akan melibatkan sintesis semua informasi, dan rekonsiliasi informasi yang saling bertentangan.

Studi kasus

Studi kasus adalah investigasi terperinci atas perkembangan suatu fenomena tunggal atau individu selama periode waktu tertentu. Studi kasus umumnya digunakan untuk mengeksplorasi isu-isu kompleks menggunakan data kualitatif dan kuantitatif yang holistik, sistematis, peka konteks dan berlapis. Studi kasus dimulai dengan identifikasi masalah penelitian, yang kemudian diikuti oleh pemilihan kasus dan pengumpulan data dan metode analisis. Langkah selanjutnya melibatkan pengumpulan data di lapangan dan analisis. Karena studi kasus berfokus pada satu fenomena tunggal, agak sulit untuk menggunakan data ini untuk membentuk generalisasi.

Penelitian Tindakan (Action Research)

Penelitian tindakan adalah jenis pendekatan penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah langsung. Desain ini dapat melibatkan kombinasi metode analitis, investigatif, dan evaluatif yang dirancang untuk mendiagnosis dan menyelesaikan masalah. Peneliti yang juga akan bertindak sebagai peserta, pertama-tama akan mengidentifikasi masalah penelitian, mengklarifikasi teori tentang hal itu dan kemudian mengidentifikasi pertanyaan penelitian. Selanjutnya, peneliti akan mengumpulkan data tentang masalahnya, dan mengaturnya. Kemudian data akan dianalisis dan ditafsirkan, dan sebuah rencana akan dibuat untuk mengatasi masalah tersebut. Langkah-langkah terakhir dari desain penelitian ini melibatkan implementasi rencana ini dan evaluasi hasil dari rencana ini.

Fenomenologi

Fenomenologi adalah studi yang bertujuan untuk memahami pengalaman subyektif, pengalaman hidup dan perspektif peserta. Desain ini didasarkan pada gagasan utama bahwa ada banyak interpretasi dari pengalaman yang sama dan beberapa interpretasi atau makna ini merupakan kenyataan. Pendekatan ini melibatkan sesi wawancara panjang dan intensif dengan berbagai peserta untuk mengumpulkan informasi tentang pengalaman individu unik yang menawarkan deskripsi yang kaya tentang pengalaman manusia.

Etnografi

Etnografi adalah studi sistematis komunitas dan budaya. Para peneliti yang terlibat dalam studi etnografi berpartisipasi, baik secara terang-terangan atau diam-diam dalam kehidupan sehari-hari populasi yang sedang dipelajari. Peneliti menghabiskan periode waktu yang lama di antara populasi ini, melihat apa yang terjadi, mendengarkan apa yang dikatakan dan mengajukan pertanyaan. Wawancara, observasi, dan analisis catatan adalah metode utama pengumpulan data dalam studi etnografi. Tujuan utama dari penelitian etnografi adalah mengeksplorasi dan mempelajari budaya dari sudut pandang orang dalam.

Kesimpulan

Seperti dijelaskan di atas, desain penelitian studi penelitian kualitatif akan tergantung pada jenis informasi yang ingin diungkapkan oleh peneliti. Meskipun artikel ini hanya membahas enam pendekatan penelitian, seorang peneliti dapat menggunakan lebih banyak metode atau membuat desain sendiri untuk menemukan dan mengevaluasi informasi tentang masalah penelitian.

Next Post

Perbedaan Antara Penelitian Tindakan dan Studi Kasus

Perbedaan Penelitian Tindakan dan Studi Kasus – Penelitian adalah studi yang cermat terhadap bidang atau masalah tertentu untuk menemukan fakta atau prinsip baru. Penelitian tindakan dan studi kasus adalah dua jenis penelitian, yang umunya digunakan dalam bidang ilmu sosial dan humaniora. Perbedaan utama antara penelitian tindakan dan studi kasus adalah […]
Perbedaan Antara Penelitian Tindakan dan Studi Kasus
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan Kembali