Anak Kecil

Mengapa Anak-Anak Kecil Suka Bermain?

Pernahkah Anda mengasuh/menjaga anak? Jika demikian, maka Anda tahu betapa sulitnya membuat mereka duduk diam di satu tempat. Anda secara bertahap akan mulai merasa lapar, mengantuk, dan lelah, namun anak-anak sepertinya tidak pernah ingin berhenti bermain.

Bagaimana anak-anak bermain berubah ketika mereka tumbuh. Seorang bayi mengeksplorasi benda-benda menggunakan tubuhnya dengan mengisap atau menyentuh dan berkembang ke kegiatan lain, seperti melempar. Anak itu kemudian mulai memanipulasi bahan untuk membuat objek yang berbeda, seperti membuat benda dengan Lego atau kadang-kadang bahkan berpura-pura bahwa satu objek adalah sesuatu yang lain.

Anak-anak terus mengamati dunia di sekitar mereka dan meniru orang lain melalui permainan peran. Mereka kadang-kadang memainkan peran sebagai guru yang mengajarkan boneka tentang warna, atau kadang-kadang mereka menjadi polisi dalam misi untuk menangkap pencuri berbahaya!

Perlahan-lahan, mereka belajar untuk mengikuti aturan berbagai permainan, membangun pemahaman tentang tujuan aturan itu saat mereka bertambah tua.

Mengapa anak-anak bermain?

Ada banyak teori tentang mengapa anak-anak bermain.

Anak Kecil
Anak Kecil

Teori kelebihan energi

Orang dewasa menghabiskan banyak energo. Mereka menyediakan makanan dan nutrisi untuk anak-anak, yang tidak melakukan pekerjaan seperti itu. Karena itu, anak-anak mengumpulkan lebih banyak energi dan selalu memiliki kelebihan energi. Anak-anak sering menjadi gelisah jika terlalu lama duduk di satu tempat. Bermain membantu melepaskan energi lebih ini dan menjaga keseimbangan yang sehat.

Namun, ini tidak menjelaskan mengapa bermain biasanya bertujuan dan bermakna, dan bukan hanya aktivitas acak untuk mengeluarkan tenaga. Itu juga tidak menjelaskan mengapa anak-anak dengan energi lebih sedikit masih tetap bermain.

Teori relaksasi

Anak-anak terus-menerus belajar dan lelah karena terus-menerus dihujani informasi baru. Mereka menggunakan permainan sebagai bentuk relaksasi untuk mengatasi akumulasi kelelahan dari banyak aktivitas kognitif yang tidak dikenal. Ini mirip dengan bagaimana orang dewasa sering berolahraga untuk bersantai dari stres sehari-hari mereka.

Teori pra-latihan atau Persiapan

Teori ini melihat bermain sebagai latihan untuk kelangsungan hidup nanti. Ini membantu anak-anak mempraktikkan perilaku dan keterampilan yang akan berguna pada tahap kehidupan selanjutnya, melalui kerja tim dan kegiatan bermain peran.

Kadang-kadang, anak-anak menggunakan permainan untuk mengatasi perubahan di masa depan atau saat ini, yang dapat mencakup persiapan untuk pindah, pergi ke sekolah, memasuki tahap perkembangan selanjutnya, dll. Bermain memungkinkan anak-anak berlatih skenario kehidupan nyata dengan aman sehingga mereka lebih siap ketika dihadapkan dengan kenyataan.

Teori rekapitulasi

Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana anak-anak sering bermain game yang melibatkan berburu, mengejar, menyembunyikan, dan mencari? Teori ini menunjukkan bahwa memerankan kembali kegiatan dari sejarah secara intrinsik bermanfaat. Mereka merekapitulasi kegiatan-kegiatan tertentu dari manusia primitif. Ini mungkin menjelaskan mengapa mereka bermain dengan kerikil, melempar batu, mencoret-coret dinding dan pohon dan membangun gubuk mainan.

Teori katartik

Anak-anak mengekspresikan emosi mereka melalui permainan. Teori ini melangkah lebih jauh dan menyatakan bahwa permainan bertindak sebagai jalan keluar bagi emosi negatif yang terpendam dalam diri anak-anak.

Impuls primitif tidak dapat diekspresikan secara memadai karena cara hidup kita yang halus. Bermain membantu melepaskan kemarahan, kesombongan, kebutuhan untuk bertarung, suka berteman, dan emosi negatif lain yang tampak seperti itu melalui aktivitas yang, meskipun tidak beradab, adalah ekspresi dari naluri primitif kita.

Teori ini sangat mirip dengan teori energi surplus yang disebutkan di atas. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa teori ini menggambarkan pelepasan energi psikis, sedangkan yang terakhir berbicara tentang melepaskan kelebihan energi fisik.

Apakah bermain itu baik atau buruk?

Seiring waktu, permainan telah diberikan tempat yang tidak penting, menjadikannya bawahan prioritas untuk bekerja. Kinerja kerja atau akademik dinilai sebagai kebutuhan yang menyediakan dasar materi bagi kehidupan, sedangkan permainan sering dianggap remeh. Namun, jelas dari teori-teori di atas bahwa anak-anak belajar banyak dari permainan dan itu membantu mereka berkembang sebagai pribadi, baik secara emosional maupun intelektual. Keseimbangan yang baik antara keduanya akan sempurna!

Jumlah permainan yang memadai sangat penting untuk perkembangan anak secara keseluruhan. Bermain di luar rumah, khususnya, sangat penting untuk kesehatan dan kesuksesan anak. Anak-anak dari generasi ini menghabiskan banyak waktu di dalam ruangan untuk berinteraksi dengan perangkat elektronik. Alasan lain kurangnya bermain di luar termasuk kekhawatiran tentang paparan sinar matahari, penekanan pada prestasi akademik, dan kurangnya ruang terbuka yang aman untuk bermain.

Manfaat bermain di luar

Bermain di luar membantu anak-anak dengan cara berikut:

Sinar matahari – Tubuh kita membutuhkan paparan sinar matahari untuk membuat vitamin D, yang memainkan peran penting dalam banyak proses tubuh, dari perkembangan tulang hingga berfungsinya sistem kekebalan tubuh. Ini juga penting untuk tidur yang sehat dan pengaturan suasana hati kita. Sinar matahari setiap hari memastikan tubuh kita bekerja sebaik mungkin!

Latihan – Anak-anak membutuhkan minimal satu jam bermain aktif setiap hari. Bermain di luar berfungsi sebagai dorongan yang baik bagi anak-anak untuk mendapatkan dosis gerakan harian ini.

Fungsi eksekutif – Anak-anak belajar banyak keterampilan yang membantu mereka belajar merencanakan, memprioritaskan, memecahkan masalah, dan bernegosiasi. Anak-anak harus didorong untuk menjadi kreatif, membuat game sendiri dan menyelesaikan masalah. Bermain di luar menghadirkan banyak peluang untuk melatih keterampilan ini.

Mengambil risiko – Bermain di luar membuat anak-anak meninggalkan zona nyaman mereka dan mengambil lebih banyak risiko. Ini mengajarkan mereka untuk keluar dan mencari teman baru, memanjat pohon, naik sepeda, dll. Ini mengajarkan mereka bahwa kalah dalam pertandingan tidak berarti Anda harus berhenti bermain. Itu mengajarkan mereka pelajaran kegagalan yang tak ternilai. Selain mengambil risiko, anak-anak juga belajar menimbang risiko dan menyimpulkan apakah mereka layak diambil. Ini berfungsi sebagai kemajuan keterampilan besar yang membantu mereka sepanjang hidup mereka.

Sosialisasi – Anak-anak menanamkan kebajikan berbagi, kerja sama dan bekerja bersama dengan bermain di luar. Mereka belajar bagaimana memperlakukan orang lain dengan mengamati dan berinteraksi dalam pengaturan yang tidak terstruktur, yang sebagian besar tidak dapat dipelajari dalam pengaturan yang sangat terstruktur, seperti sekolah.

Apresiasi alam – Berjalan di hutan, menggali di dalam tanah, membuat istana pasir, memanjat bukit atau menatap bentuk-bentuk awan tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mendekatkan seseorang pada kenyataan. Karena anak-anak adalah masa depan dunia ini, menghargai alam juga akan membantu mereka melindunginya dengan lebih baik.

Jadi cobalah. Kirim anak-anak Anda untuk bermain di luar, atau lebih baik lagi, bergabunglah dengan mereka!