Mengapa Daun Tanaman Berwarna Hijau?

Diposting pada

Saat Anda melihat bumi dari luar angkasa, warna biru air sangat dominan. Hal berikutnya yang menarik perhatian Anda adalah warna hijau cerah yang membentang di seluruh dunia yaitu pada benua-benua. Warna hijau ini berasal dari semua tanaman di dunia. 

Lalu mengapa tanaman berwarna hijau?

Tanaman memiliki klorofil, yang memberi warna hijau tanaman. Klorofil adalah fotoreseptor yang menjebak cahaya, menyerap energi untuk mengubah air dan karbon dioksida dan menghasilkan gula juga oksigen dala proses yang disebut fotosintesis:

6CO2 + 6H2O + energi cahaya = C6H12O6 + 6O2

Proses ini memungkinkan tanaman untuk mengubah energi dari matahari menjadi makanan. Fotosintesis ditemukan di setiap tanaman di Bumi, mulai dari lumut hingga evergreen.

Sinar matahari terdiri dari berbagai warna; masing-masing memiliki panjang gelombang yang berbeda mulai dari 400 hingga 700 nm. Klorofil menyerap panjang gelombang merah dan biru untuk digunakan sebagai energi tetapi tidak menyerap warna hijau, sehingga warna hijau memantul dari daun dan mata kita melihat daun sebagai warna hijau.

Pada musim gugur, daun tampak kuning cerah dan merah karena tanaman berhenti memproduksi klorofil untuk fase musim dingin. Ketika tanaman berhenti memproduksi klorofil maka akan menghilang. 

Kenapa Daun Warnanya Hijau, Bukan Warna Lain?

Warna ada di pikiran kita daun berwarna “hijau” karena kita sepakat menganggapnya hijau. Namun itu hal itu kita bahasa dari segi filosofis, sekarang kita akan membahasnya dari segi biologis.

Persepsi kita tentang warna suatu benda tergantung pada beberapa hal:

  • Kisaran panjang gelombang cahaya
  • Panjang gelombang cahaya yang dipantulkan atau diserap benda.
  • Sel-sel reseptor di mata kita yang mendeteksi cahaya yang dipantulkan.
  • Interpretasi otak kita terhadap sinyal-sinyal dari reseptor-reseptor itu.

Penting untuk disadari bahwa pengelompokan hal-hal kita ke dalam warna lebih berkaitan dengan otak kita daripada dengan cahaya itu sendiri. Cahaya putih terdiri dari campuran semua panjang gelombang cahaya yang terlihat, dari sekitar 400 hingga 700 nanometer. Objek yang terkena akan menyerap sebagian cahaya dan memantulkan yang lain, tergantung dari apa bahan itu dibuat. Maka adalah kesalahan untuk berpikir bahwa objek merah hanya memantulkan cahaya “merah”.

Molekul utama yang memberi warna pada daun tumbuhan disebut klorofil. Daun penuh dengan klorofil karena merupakan komponen kunci dalam fotosintesis, yang memungkinkan tanaman menggunakan energi dari sinar matahari untuk mengubah air dan karbon dioksida menjadi gula. Spektrum absorbansi/penyerapan klorofil terlihat seperti ini:

Spektrum Penyerapan Klorofil
Spektrum Penyerapan Klorofil

Untuk memanfaatkan sebaik-baiknya cahaya yang datang dari matahari (yang telah berhamburan melalui atmosfer berwarna kebiruan pada langit), klorofil menyerap sebanyak mungkin cahaya biru – sebagaimana dibuktikan oleh puncak utama dalam absorbansi pada gambar diatas. Palung penyerapan rendah yang kita lihat di tengah sekitar wilayah kuning-hijau dari spektrum diatas akan menghasilkan warna hijau klorofil.

Kesimpulan

Bola hidrogen yang terbakar 150 juta kilometer jauhnya (matahari) memancarkan cahaya dari semua jenis panjang gelombang, yang bergerak ke bumi, tercerai berai di atmosfer, dan sebagian diserap oleh (klorofil) bahan kimia fotosintesis. Sisa cahaya itu dipantulkan, lalu diserap oleh pigmen dalam sel di mata kita. Sinyal disederhanakan, kemudian diproses dan dibandingkan, diteruskan ke bagian lain dari otak dan kita akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa daun berwarna hijau. Sederhana bukan?

Gambar Gravatar
Seorang Guru dan Dosen. Aktif melakukan riset di bidang pendidikan dan fisika. Lulusan sarjana pendidikan Universitas Negeri Makassar dan magister Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Artikel dalam website ini valid dan dapat dipercaya kebenarannya.