Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati di Indonesia No ratings yet.

Diposting pada

Cara Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati di Indonesia – Keanekaragaman hayati bermanfaat karena berperan sebagai sumber pangan, sumber sandang dan papan, sumber obat, serta mengandung nilai budaya.

Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati

1. Sebagai Sumber Pangan

Masyarakat Indonesia sebagian besar kebutuhan akan karbohidrat terutama tergantung pada beras. Sumber karbohidrat lain, seperti jagung, singkong, ubi jalar, sagu dan talas sebagai makanan pokok di beberapa daerah sudah mulai ditinggalkan. Ketergantungan akan beras ini menimbulkan krisis pangan yang seharusnya tidak terjadi. Selain tumbuhan, berbagai satwa liar juga menjadi sumber pangan, diantaranya adalah rusa, kijang, babi hutan, dan berbagai jenis burung dan ayam hutan serta madu yang dihasilkan oleh lebah madu.

Indonesia memiliki perairan seluas 5,8 juta km², yang merupakan sumber protein. Diperkirakan potensi sumber daya perikanan laut saja sebesar 6,6 juta ton per tahun. Terumbu karang merupakan ekosistem subur dengan biomassa ikan berkisar 490-1450 kg/ha. Di bagian pantai perairan Indonesia telah dieksploitasi berbagai jenis kerang-kerangan dan kepiting. Juga dijumpai ikan teri (Stolephorus), ikan kemuru (Sardinella), dan ikan petek (Letognathus sp).

Budidaya bandeng dan udang juga sangat penting sebagai sumber pangan. Rumput laut, salah satu sumber daya hayati laut Indonesia yang banyak tersebar di wilayah Indonesia Timur. Rumput laut merupakan sumber agaragar, dan alginat. Dilaporkan bahwa dari 555 jenis rumput laut yang terdapat di Indonesia, baru 56 jenis telah dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan mulai bahan makanan ternak sampai bahan baku industri. Rumput laut yang bernilai komersial termasuk ke dalam suku Rhodophyceae, seperti Racilaria, Gelidium, Hypnmea, Euchema, dan Glidiopsis

Baca:  Pengertian Darah, Fungsinya, Komponen, dan Golongan Darah

2. Sebagai Sumber Sandang dan Papan

Bahan sandang yang potensial adalah kapas, rami, serta ulat sutra. Tanaman dan hewan tersebut tersebar di seluruh Indonesia, terutama di Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Beberapa suku di Kalimantan, Papua dan Sumatera menggunakan kulit kayu serta bulu-bulu burung sebagai asesori pakaian.

Lebih dari 100 jenis tumbuhan penghasil kayu dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, mebel dan alat musik, seperti berbagai marga dari Dipterocarpaceae, yaitu Anisoptera, Dryobalanops, Shorea, Parashorea, Dipterocarpus, dan Hopea banyak dijumpai di Kalimantan, Sumatra, dan Irian Jaya.

Penduduk pulau Timor dan pulau Alor menggunakan lontar (Borassus sundaicus) dan gebang (Corypha utan) sebagai atap dan dinding rumah. Beberapa spesies palem, seperti Nypa fruticans, Oncosperma horridum, Oncosperma tigillarium dimanfaatkan oleh penduduk Sumatra, Kalimantan, dan Jawa untuk bahan bangunan rumah. Lebih dari 100 jenis bambu terdapat di Indonesia, sebagian dimanfaatkan untuk bahan bangunan, seperti Bambusa arudinaceae dan B. stricta, Dendrocalamus asper, Gigantochloa arter, dan Bambusa vulgaris.

3. Sebagai Sumber Obat dan Kosmetik

Besarnya jumlah jenis tumbuhan yang berkhasiat obat dan kosmetik di Indonesia merupakan kekayaan yang tak ternilai. Berbagai senyawa kimia yang dapat diekstrak dari tumbuhan hutan telah diproduksi secara komersial untuk bahan baku industri biokimia.

Minyak atsiri yang dihasilkan dari tumbuhan hutan hujan, seperti jenis Aquilaria, Cananga odorata (kenanga). Cinnamomum. Dryobalanops aromatica, Eucalyptus spp. Gama motleyana , Lutsea spp. Beberapa jenis alkaloid yang diekstrak dari Rutaceae diketahui berkhasiat anti tumor. Beberapa jenis pohon hutan yang menghasilkan minyak diantaranya jenis-jenis suku Arecaceae, Lauraceae, Rosaseae, Burseraceae dan Sapotaceae.

Di Papua tumbuh tanaman sarang semut (Myrmecodia sp) mengandung antioksidan, flavonoida, glikosida dan polifenol yang diduga sebagai anti kanker. Antioksidan itulah yang berperan melawan radikal bebas pemicu tumbuhnya sel kanker. Selain itu, di Papua juga ditemukan buah merah (Pandanus conoideus) dengan kandungan karoten, tokoferol, dan betakaroten yang sangat tinggi dan sangat baik sebagai antioksidan dan antikanker.

Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Gambar 1 Tanaman Buah Merah (Pandanus conoideus) dan Sarang Semut
(Myrmecodia pendans) yang Banyak Tumbuh di Hutan-hutan Papua

Di pulau Lombok masyarakatnya telah mengenal 19 spesies tumbuhan sebagai obat kontrasepsi, antara lain pule, jahe, jarak, alang-alang, pepaya, laos, turi, lada, kopi, pisang, lontar, cemara bengkel, dan duwet. Bahan ini dapat diramu menjadi bermacam-macam obat-obatan. Masyarakat Jawa mengenal sedikitnya 77 spesies tanaman obat yang dapat diramu untuk pengobatan.

Potensi keanekaragaman hayati sebagai kosmetik tradisional telah lama dikenal, seperti bunga kenanga, melati, mawar, dan kemuning digunakan sebagai wewangian. Kemuning yang mengandung zat penyamak digunakan oleh masyarakat Jawa sebagai salah satu bahan kosmetik untuk pembuat lulur yang berkhasiat sebagai penghalus kulit.

Besarnya jumlah jenis tanaman yang berkhasiat obat dan kosmetik di Indonesia merupakan kekayaan yang tak ternilai. Oleh sebab itu, upaya pelestarian jenis tanaman tersebut perlu mendapatkan perhatian serius. Sesungguhnya pengetahuan masyarakat di pedesaan tentang pengalaman yang didapat secara turun-temurun terhadap kegunaan suatu jenis tanaman dalam pengobatan belum banyak dicatat. Sementara itu jumlah orang-orang pintar yang memahami tumbuhan sebagai obat semakin berkurang.

Oleh sebab itu, upaya pencatatan pengetahuan masyarakat di pedesaan terus dilanjutkan dengan penelitian-penelitian ilmiah tentang fitokimia dari tumbuhan obat terhadap penggalian potensi tumbuhan sebagai tanaman obat perlu ditingkatkan dan dimiliki Indonesia.

Begitu banyak tanaman yang dapat digunakan sebagai obat-obatan dan kosmetik, tentunya Anda dapat menyebutkan tanaman di daerah Anda yang biasa digunakan sebagai obat-obatan dan kecantikan.

Bagaimana Artikel Kami?

Gambar Gravatar
Seorang Guru dan Dosen. Aktif melakukan riset di bidang pendidikan dan fisika. Lulusan sarjana pendidikan Universitas Negeri Makassar dan magister Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Artikel dalam website ini valid dan dapat dipercaya kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *