Pengertian Pendekatan Psikodinamik dalam Psikologi 2

Pengertian Pendekatan Psikodinamik dalam Psikologi

Pengertian Pendekatan Psikodinamik dalam Psikologi – Pendekatan psikodinamik mencakup semua teori dalam psikologi yang melihat fungsi manusia berdasarkan interaksi dorongan dan kekuatan dalam diri seseorang, dan antara struktur kepribadian yang berbeda.

Pengertian Pendekatan Psikodinamik

Psikoanalitik milik Freud adalah awal mula teori psikodinamik, namun pendekatan psikodinamik secara keseluruhan mencakup semua teori yang didasarkan pada ide-idenya, misalnya, Jung (1964), Adler (1927) dan Erikson (1950).

Kata-kata psikodinamik dan psikoanalitik sering membingungkan. Ingat bahwa teori Freud adalah psikoanalitik, sedangkan istilah ‘psikodinamik’ mengacu pada teori dan para pengikutnya. Psikoanalitik milik Freud adalah teori dan terapi.

Sigmund Freud (menulis antara tahun 1890-an dan 1930-an) mengembangkan kumpulan teori yang telah membentuk dasar pendekatan psikodinamik pada psikologi. Teori-teorinya secara klinis berasal dari apa yang pasien katakan kepadanya selama terapi. Terapis psikodinamik biasanya akan mengobati pasien mengatasi depresi atau gangguan terkait kecemasan.

Sigmund Freud (lahir di Freiberg, 6 Mei 1856 – meninggal di London, 23 September 1939 pada umur 83 tahun) adalah seorang Austria keturunan Yahudi dan pendiri aliran psikoanalisis dalam bidang ilmu psikologi.
Sigmund Freud (lahir di Freiberg, 6 Mei 1856 – meninggal di London, 23 September 1939 pada umur 83 tahun) adalah seorang Austria keturunan Yahudi dan pendiri aliran psikoanalisis dalam bidang ilmu psikologi. | MasterIPA.com

Asumsi dasar

Perilaku dan perasaan kita sangat dipengaruhi oleh motif tidak sadar :

Pikiran bawah sadar terdiri dari proses mental yang tidak dapat diakses kesadaran tetapi yang mempengaruhi penilaian, perasaan, atau perilaku (Wilson, 2002).

Menurut Freud (1915), akal bawah sadar adalah sumber utama perilaku manusia. Seperti gunung es yang mengapung di laut, bagian terpenting dari pikiran adalah bagian yang tidak dapat Anda lihat.

Perasaan, motif, dan keputusan kita benar-benar dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu kita, dan disimpan dalam ketidaksadaran.

Perilaku dan perasaan kita sebagai orang dewasa (termasuk masalah psikologis) berakar dari pengalaman masa kecil kita :

Teori psikodinamik menyatakan bahwa peristiwa di masa kecil kita memiliki pengaruh besar pada kehidupan dewasa kita, membentuk kepribadian kita. Peristiwa yang terjadi di masa kanak-kanak dapat tetap berada di bawah sadar, dan menyebabkan masalah sebagai orang dewasa.

Semua perilaku memiliki penyebab (biasanya tidak disadari), bahkan tergelincir dari lidah. Oleh karena itu semua perilaku ditentukan :

Teori psikodinamik sangat deterministik karena menganggap perilaku kita sebagai sepenuhnya disebabkan oleh faktor tak sadar yang tidak dapat kita kendalikan.

Pikiran dan perasaan yang tidak sadar dapat berpindah ke pikiran sadar dalam bentuk paraprax, yang dikenal sebagai slip Freudianatau slip lidah. Kami mengungkapkan apa yang benar-benar ada dalam pikiran kami dengan mengatakan sesuatu yang tidak kami maksudkan.

Freud percaya bahwa salah ucap  memberikan wawasan ke dalam pikiran bawah sadar dan bahwa setiap perilaku (termasuk slip dari lidah) adalah signifikan

Kepribadian terdiri dari tiga bagian (yaitu, tripartit): id, ego, dan super-ego :

Id adalah komponen kepribadian primitif dan naluriah. Ini terdiri dari semua komponen warisan (yaitu, biologis) dari kepribadian yang hadir saat lahir, termasuk naluri seks (kehidupan) – Eros (yang mengandung libido), dan naluri agresif (kematian) – Thanatos.

Ego berkembang untuk memediasi antara id yang tidak realistis dan dunia nyata eksternal. Ini adalah komponen pengambilan keputusan kepribadian.

Superego menggabungkan nilai-nilai dan moral masyarakat yang dipelajari dari orang tua dan orang lain.

Bagian dari akal bawah sadar (id dan superego) berada dalam konflik konstan dengan bagian sadar dari pikiran (ego). Konflik ini menciptakan kecemasan, yang dapat ditangani oleh penggunaan mekanisme pertahanan oleh ego.

Daftar Pustaka

Adler, A. (1927). Understanding human nature. New York: Greenburg.

Bargh, J. A., & Chartrand, T. L. (1999). The unbearable automaticity of beingAmerican psychologist, 54(7), 462.

Erikson, E. H. (1950). Childhood and society. New York: Norton.

Freud, A. (1936). Ego & the mechanisms of defense.

Freud, S., & Breuer. J. (1895). Studies on hysteria. In Standard edition(Vol. 2, pp. 1–335).

Freud, S. (1896). Heredity and the etiology of the neuroses. In Standard edition (Vol. 3, pp. 142–156).

Freud, S. (1900). The interpretation of dreams. In Standard edition(Vols. 4 & 5, pp. 1–627).

Freud, S. (1909). Notes upon a case of obsessional neurosis. In Standard edition (Vol. 10, pp. 153–249).

Freud, S. (1909). Analysis of a phobia of a five year old boy. In The Pelican Freud Library (1977), Vol 8, Case Histories 1, pages 169-306.

Freud, S. (1915). The unconscious. SE, 14: 159-204.

Greenwald, A. G., & Banaji, M. R. (1995). Implicit social cognition: attitudes, self-esteem, and stereotypes. Psychological review, 102(1), 4.

Jung, C. G. (1907). Ueber die Psychologie der Dementia praecox. Psychological Bulletin, 4(6), 196-197.

Jung, C. G. (1912). Wandlungen und Symbole der Libido: Beiträge zur Entwicklungsgeschichte des Denkens. F. Deuticke.

Jung, C. G., et al. (1964). Man and his Symbols, New York, N.Y.: Anchor Books, Doubleday.

Kline, P. (1989). Objective tests of Freud’s theories. Psychology Survey, 7, 127-45.

Stroop, J. R. (1935). Studies of interference in serial verbal reactions. Journal of experimental psychology, 18(6), 643.

Sulloway, F. J. (1991). Reassessing Freud’s case histories: The social construction of psychoanalysis. Isis, 82(2), 245-275.

Tulving, E. (1972). Episodic and semantic memory. In E. Tulving & W. Donaldson (Eds.), Organization of Memory, (pp. 381–403). New York: Academic Press.

Wilson, T. D. (2004). Strangers to ourselves. Harvard University Press.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *