Pengertian 4 Teori Emosi dalam Ilmu Psikologi

Para psikolog telah mengajukan sejumlah teori tentang asal-usul dan fungsi emosi. Para ahli teori di balik pandangan-pandangan yang berbeda setuju pada satu hal, namun: emosi memiliki dasar biologis. Ini dibuktikan oleh fakta bahwa amigdala (bagian dari sistem limbik otak), yang memainkan peran besar dalam emosi, akan diaktifkan sebelum keterlibatan langsung dari korteks serebral (di mana memori, kesadaran, dan “pemikiran” sadar mengambil tempat).

Dalam sejarah teori emosi, empat penjelasan utama untuk pengalaman mental dan fisik yang kompleks yang kita sebut “perasaan/emosi” telah dikemukakan. 4 Teori itu adalah adalah: teori James-Lange pada tahun 1920-an, teori Cannon-Bard pada tahun 1930-an, teori Schacter-Singer pada tahun 1960-an, dan yang terbaru teori Lazarus, dikembangkan pada tahun 1980-an dan 90-an.

Teori James-Lange

Teori James-Lange mengusulkan bahwa suatu peristiwa atau stimulus menyebabkan rangsangan fisiologis tanpa interpretasi atau pemikiran sadar, dan Anda mengalami emosi yang dihasilkan hanya setelah Anda menafsirkan respons fisik.

Contoh:

Anda terlambat meninggalkan kantor hingga larut malam, dan saat Anda melintasi tempat parkir menuju mobil Anda, Anda mendengar langkah kaki di belakang Anda dalam gelap. Jantung Anda berdegup kencang dan tangan Anda akan mulai bergetar. Anda menafsirkan respons fisik ini sebagai ketakutan.

Pengertian 4 Teori Emosi dalam Ilmu Psikologi
Pengertian 4 Teori Emosi dalam Ilmu Psikologi

Teori Cannon-Bard

Teori Cannon-Bard menunjukkan bahwa stimulus yang diberikan membangkitkan respons fisiologis dan emosional secara bersamaan, dan bahwa tidak ada yang menyebabkan yang lain.

Contoh:

Anda sendirian di rumah dan mendengar derit di lorong di luar kamar Anda. Anda akan mulai gemetar dan berkeringat, dan Anda merasa takut.

Teori Schacter-Singer

Teori Schachter-Singer mengambil pendekatan yang lebih kognitif untuk masalah ini. Schacter dan Singer percaya bahwa suatu peristiwa menyebabkan rangsangan fisiologis, tetapi Anda harus mengidentifikasi alasan untuk rangsangan tersebut sebelum Anda memberi label pada emosinya.

Contoh:

Anda naik bus terakhir pada suatu malam, dan Anda satu-satunya penumpang. Seorang pria lajang naik dan duduk di barisan di belakang Anda. Ketika perhentian Anda tiba, dia juga turun dari bus. Dia berjalan di belakangmu. Anda akan mulai merasa geli di punggung Anda karena adrenalin. Anda tahu bahwa ada beberapa kasus perampokan di kota Anda selama beberapa minggu terakhir, sehingga Anda merasa takut.

Teori Lazarus

Teori Lazarus dibangun di atas teori Schacter-Singer. Teori ini mengusulkan bahwa ketika suatu peristiwa terjadi, penilaian kognitif dibuat (baik secara sadar atau tidak sadar), dan berdasarkan pada hasil penilaian itu, sebuah emosi dan respon fisiologis mengikuti.

Contoh:

Anda sedang berada di supermarket, ketika dua pria muda memakai penutup kepala memasuki toko dengan tergesa-gesa, dengan tangan mereka di saku jaket. Anda pikir mungkin mereka ada di sini untuk merampok tempat itu, sehingga Anda takut, dan perasaan Anda seperti Anda mungkin akan muntah.

Masing-masing teori ini didasarkan pada penelitian, belum ada bukti absolut bagaimana emosi muncul dalam tubuh dan pikiran kita, atau apa yang menentukan pengalaman pribadi kita masing-masing. Apa yang kita ketahui adalah bahwa perasaan/emosi adalah kekuatan yang kuat untuk diperhitungkan, dan tidak boleh diremehkan.

Next Post

Sejarah Lahirnya Sosial Media Populer Facebook

Facebook sejak awal, telah penuh dengan kontroversi dari bencana dengan Winklevoss bersaudara atas pendiriannya hingga dugaan baru-baru ini tentang peretasan dan pengambilan data. Namun, sebagai situs media sosial yang lebih dari 2 miliar orang menggunakannya secara teratur, Facebook kemungkinan besar merupakan bagian integral dari kehadiran online dan rutinitas harian Anda. Tapi, bagaimana sejarah […]
Sejarah Lahirnya Sosial Media Populer Facebook
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan Kembali