Budaya Cium Tangan

Pengertian Budaya, Apa itu Budaya?

Pengertian BudayaBudaya adalah istilah yang mengacu pada beragam aspek kehidupan sosial yang sebagian besar tidak berwujud. Menurut sosiolog, budaya terdiri dari nilai-nilai, kepercayaan, sistem bahasa dan komunikasi, dan praktik-praktik yang sama-sama dimiliki orang dan yang dapat digunakan untuk mendefinisikannya sebagai suatu kolektif. Budaya juga mencakup benda-benda material yang umum bagi kelompok atau masyarakat itu.

Bagaimana Sosiolog Mendefinisikan Budaya

Budaya adalah salah satu konsep paling penting dalam sosiologi karena sosiolog mengakui bahwa budaya memainkan peran penting dalam kehidupan sosial kita. Penting untuk membentuk hubungan sosial, mempertahankan dan menantang tatanan sosial, menentukan bagaimana kita memahami dunia dan tempat kita di dalamnya, dan dalam membentuk tindakan dan pengalaman kita sehari-hari dalam masyarakat. Budaya terdiri dari hal-hal non-material dan material.

Singkatnya, sosiolog mendefinisikan aspek budaya non-material sebagai nilai-nilai dan kepercayaan, bahasa dan komunikasi, dan praktik – praktik yang dimiliki bersama oleh sekelompok orang. Memperluas kategori-kategori ini, budaya terdiri dari pengetahuan, akal sehat, asumsi, dan harapan kita. Juga aturan, norma , hukum, dan moral yang mengatur masyarakat; kata-kata yang kita gunakan serta cara kita berbicara dan menulisnya (apa yang disebut sosiolog sebagai wacana”); dan simbol yang kita gunakan untuk mengekspresikan makna, ide, dan konsep (seperti rambu lalu lintas dan emoji, misalnya).

Budaya juga adalah apa yang kita lakukan dan bagaimana kita berperilaku dan tampil. Ini memberi informasi dan dikemas dalam cara kita berjalan, duduk, membawa tubuh kita, dan berinteraksi dengan orang lain, bagaimana kita berperilaku tergantung pada tempat, waktu, dan “penonton”, bagaimana kita mengekspresikan identitas ras, kelas, dan jenis kelamin dan seksualitas, antara lain. Budaya juga termasuk praktik kolektif yang kita ikuti, seperti upacara keagamaan, perayaan liburan, dan menghadiri acara olahraga.

Budaya material terdiri dari benda-benda yang dibuat dan digunakan manusia. Aspek budaya ini mencakup berbagai hal, mulai dari bangunan, gadget teknologi, dan pakaian, hingga film, musik, sastra, dan seni. Aspek budaya material lebih sering disebut sebagai produk budaya.

Sosiolog melihat dua sisi budaya (material dan non-material) yang terhubung erat. Budaya material muncul dari dan dibentuk oleh aspek budaya non-material. Dengan kata lain, apa yang kita hargai, percayai, dan ketahui, dan apa yang kita lakukan bersama dalam kehidupan sehari-hari, memengaruhi hal-hal yang kita buat. Tapi itu bukan hubungan satu arah antara budaya material dan non-material.

Budaya material juga dapat mempengaruhi aspek budaya non-material. Misalnya, film dokumenter yang kuat (aspek budaya material) dapat mengubah sikap dan kepercayaan orang (yaitu budaya non-material). Inilah sebabnya produk budaya cenderung mengikuti pola. Apa yang terjadi sebelumnya, dalam hal musik, film, televisi, dan seni, misalnya, memengaruhi nilai-nilai, kepercayaan, dan harapan orang-orang yang berinteraksi dengannya.

Budaya Cium Tangan
Cium Tangan Suami adalah Salah Satu Budaya yang Baik, Juga Cium Tangan Orang Tua oleh Anak

Mengapa Budaya Penting bagi Sosiolog

Budaya penting bagi sosiolog karena memainkan peran penting dalam produksi tatanan sosial. Tatanan sosial mengacu pada stabilitas masyarakat berdasarkan pada kesepakatan bersama terhadap aturan dan norma yang memungkinkan kita untuk bekerja sama, berfungsi sebagai masyarakat, dan hidup bersama (idealnya) dalam kedamaian dan harmoni. Bagi sosiolog, ada aspek baik dan buruk dari fakta ini.

Berakar pada teori sosiolog klasik Prancis Émile Durkheim, baik aspek material maupun non-material dari budaya berharga karena mereka menyatukan masyarakat. Nilai-nilai, kepercayaan, moral, komunikasi, dan praktik-praktik yang kita miliki bersama memberi kita rasa tujuan bersama dan identitas kolektif yang berharga.

Durkheim mengungkapkan melalui penelitiannya bahwa ketika orang berkumpul untuk berpartisipasi dalam ritual, mereka menegaskan kembali budaya yang mereka pegang bersama, dan dengan melakukan itu, memperkuat ikatan sosial yang mengikat mereka bersama. Hari ini, sosiolog melihat fenomena sosial yang penting ini terjadi tidak hanya dalam ritual keagamaan dan perayaan seperti (beberapa) pernikahan dan festival tetapi juga dalam hal-hal lain.

Ahli teori sosial dan aktivis Prusia terkenal Karl Marx menetapkan pendekatan kritis terhadap budaya dalam ilmu sosial. Menurut Marx, dalam bidang budaya non-materiallah minoritas mampu mempertahankan kekuasaan yang tidak adil atas mayoritas. Dia beralasan bahwa dengan menganut nilai-nilai arus utama, norma-norma, dan kepercayaan membuat orang berinvestasi dalam sistem sosial yang tidak setara yang tidak bekerja demi kepentingan terbaik mereka, tetapi lebih menguntungkan kelompok minoritas yang kuat.

Kedua ahli teori itu benar tentang peran yang dimainkan budaya dalam masyarakat, tetapi keduanya tidak secara  eksklusif  benar. Budaya bisa menjadi kekuatan untuk penindasan dan dominasi, tetapi juga bisa menjadi kekuatan untuk kreativitas, perlawanan, dan pembebasan. Ini juga merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan sosial manusia dan organisasi sosial. Tanpanya, kita tidak akan memiliki hubungan atau masyarakat.

Catatan: Ada pendapat berbeda menurut para ulama tentang budaya-budaya yang ada di Indonesia sebagian membolehkan sebagian mengharamkan. Bijaklah memilih pendapat yang terbaik dengan dalil yang benar.