Pengertian Cuaca (Atmosfer, Permukaan Bumi, dam Iklim) 2

Pengertian Cuaca (Atmosfer, Permukaan Bumi, dam Iklim)

Pengertian CuacaCuaca adalah keadaan atmosfer pada waktu dan tempat tertentu, yang ditentukan oleh faktor-faktor seperti suhu, curah hujan, awan, kelembaban, tekanan udara, dan angin. Ilmu tentang cuaca dikenal sebagai meteorologi. Tidak ada tanggal pasti mengenai sejarah awal ilmu ini karena manusia telah mempelajari kondisi cuaca selama ribuan tahun. Kondisi cuaca dapat dianggap sebagai hasil dari interaksi empat elemen fisik dasar: Matahari, atmosfer Bumi, Bumi itu sendiri, dan bentuk-bentuk tanah alami di Bumi.

Energi matahari dan atmosfer bumi

Atmosfer Bumi
Atmosfer Bumi

Kekuatan pendorong di balik semua perubahan meteorologis yang terjadi di Bumi adalah energi matahari. Hanya sekitar 25 persen energi yang dipancarkan dari Matahari mencapai permukaan bumi secara langsung. 25 persen lainnya mencapai permukaan hanya setelah tersebar oleh gas di atmosfer. Energi matahari yang tersisa diserap atau dipantulkan kembali ke angkasa oleh gas dan awan atmosfer .

[irp posts=”2787″ name=”Atmosfer Bumi, Komposisi, dan Struktur Atmosfer”]

Energi matahari di permukaan bumi kemudian diradiasikan kembali ke atmosfer. Energi yang di radiasi ulang ini kemungkinan akan diserap oleh gas-gas lain di atmosfer seperti karbon dioksida dan dinitrogen oksida. Proses penyerapan ini disebut efek rumah kaca yang bertanggung jawab pada suhu rata-rata tahunan planet bumi.

Kelembaban, awan, dan presipitasi. Penyerapan energi matahari oleh permukaan dan atmosfer bumi secara langsung bertanggung jawab pada sebagian besar faktor utama yang membentuk pola cuaca. Ketika air di permukaan (di lautan, danau, sungai, aliran dll) dihangatkan, maka akan cenderung menguap dan bergerak ke atas menuju atmosfer. Jumlah kelembaban yang ditemukan di udara pada suatu waktu dan tempat disebut kelembaban.

Ketika uap air ini mencapai tingkat dingin atmosfer, akan mulai mengembun menjadi tetesan air kecil atau kristal es kecil, yang berkelompok membentuk awan. Karena awan cenderung memantulkan sinar matahari kembali ke ruang angkasa, akumulasi tutupan awan dapat menyebabkan panas hilang dari atmosfer.

Istilah

Kelembaban: Jumlah uap air yang terkandung di udara.

Meteorologi: Studi atmosfer Bumi dan perubahan yang terjadi di dalamnya.

Energi surya: Segala bentuk radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh Matahari.

Topografi: Fitur permukaan terperinci dari suatu daerah.

Awan juga merupakan tempat produksi bagi berbagai jenis curah hujan. Tetesan air atau kristal es di awan bergabung satu sama lain yang akhirnya menjadi cukup besar untuk mengatasi angin ke atas di udara dan jatuh ke Bumi sebagai curah hujan. Bentuk curah hujan (hujan, salju, hujan es, dll.) Tergantung pada kondisi atmosfer (suhu, angin) di mana air atau es turun.

Tekanan atmosfer dan angin. Energi matahari juga bertanggung jawab langsung terhadap pengembangan angin. Ketika sinar matahari mengenai permukaan bumi, maka akan memanaskan berbagai lokasi (wilayah khatulistiwa dan kutub) dan berbagai topografi (tanah dan air) secara berbeda. Dengan demikian, beberapa lokasi akan dipanaskan lebih kuat daripada yang lain. Tempat-tempat hangat cenderung memanaskan udara di atasnya, sehingga menyebabkan udara naik ke atmosfer bagian atas. Udara di atas daerah yang lebih dingin cenderung bergerak ke bawah dari atmosfer atas.

Di daerah di mana udara hangat bergerak ke atas, tekanan atmosfer cenderung rendah. Gerakan udara ke bawah membawa tekanan atmosfer yang lebih tinggi. Area dengan tekanan atmosfer yang berbeda memperhitungkan pergerakan udara atau angin. Angin hanyalah pergerakan udara dari daerah dengan tekanan tinggi ke tekanan rendah.

Bumi, permukaan tanah, dan cuaca

cuaca
cuaca

Permukaan bumi terdiri dari lautan, gurun, gunung, padang rumput hingga daerah perkotaan. Cara energi matahari diserap dan dipantulkan dari masing-masing daerah ini berbeda.

Namun, kemiringan Bumi pada porosnya dan jaraknya yang bervariasi dari Matahari membuat variasi cuaca yang lebih signifikan. Fakta bahwa poros Bumi dimiringkan pada sudut 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya berarti bahwa planet bumi dipanaskan secara tidak merata oleh Matahari. Selama musim panas, sinar matahari menyinari belahan bumi utara lebih lama daripada belahan bumi selatan. Di musim dingin, situasinya justru terbalik.

[irp posts=”3581″ name=”Pengertian Musim dan Penyebab Terjadinya Musim”]

Pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, Bumi lebih dekat ke Matahari daripada di tempat lain. Variasi ini berarti bahwa jumlah energi matahari yang mencapai atmosfer luar akan bervariasi dari bulan ke bulan tergantung pada lokasi Bumi.

Bahkan rotasi bumi pada porosnya sendiri mempengaruhi pola cuaca. Jika Bumi tidak berputar, gerakan udara di planet ini mungkin akan relatif sederhana. Udara akan bergerak dalam satu siklus ekuator ke kutub keseluruhan tunggal. Rotasi bumi menyebabkan defleksi dari gerakan udara sederhana ini, dan menciptakan daerah yang lebih kecil dari pergerakan udara yang ada di lintang berbeda.

Cuaca dan iklim

[irp posts=”1219″ name=”Perbedaan Antara Cuaca dan Iklim (Lengkap)”]

Istilah cuaca dan iklim sering digunakan sebagai pengganti satu sama lain, tetapi keduanya merujuk pada fenomena yang sangat berbeda. Cuaca mengacu pada perubahan hari-hari ini dalam kondisi atmosfer. Iklim mengacu pada pola cuaca rata-rata untuk suatu wilayah (atau untuk seluruh planet) selama periode waktu yang jauh lebih lama (setidaknya tiga dekade menurut beberapa pihak berwenang).