Pengertian Demensia

Diposting pada

Pengertian DemensiaDemensia adalah penurunan kemampuan seseorang untuk berpikir dan belajar juga merupakan kondisi mental yang tidak dapat dipulihkan. Demensia terjadi terutama pada orang tua, demensia ditandai dengan hilangnya ingatan, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dan membuat penilaian, dan hilangnya kemampuan intelektual lainnya secara umum.

Dua bentuk demensia yang paling umum adalah demensia pikun dan penyakit Alzheimer. Demensia pikun, atau pikun, adalah hilangnya kapasitas mental akibat usia tua. Ini dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan, dan umumnya terjadi pada usia lanjut. Penyakit Alzheimer, di sisi lain, bukanlah hasil penuaan yang normal dan dapat dimulai pada usia paruh baya.

Kerusakan jaringan otak terjadi jauh lebih cepat pada orang-orang yang menderita penyakit Alzheimer daripada mereka yang menderita kepikunan. Penyakit Alzheimer ditandai pertama oleh pelupa, diikuti oleh kehilangan ingatan dan disorientasi, kemudian oleh kehilangan ingatan yang parah, kebingungan, dan delusi. Tidak ada pengobatan atau penyembuhan yang efektif untuk penyakit ini dan penyebabnya tidak diketahui.

Demensia dapat terjadi dari beberapa kondisi lain yang ditandai oleh penurunan progresif otak. Tiga yang paling umum adalah penyakit Pick, penyakit Parkinson, dan penyakit Huntington.

Seperti penyakit Alzheimer, penyakit Pick memengaruhi korteks otak yaitu bagian luar tempat sebagian besar fungsi mental yang lebih tinggi terjadi. Namun, penyakit Pick memengaruhi berbagai bagian korteks daripada penyakit Alzheimer. Gejala awal penyakit Pick termasuk perubahan kepribadian seperti kehilangan kebijaksanaan (sopan santun) dan kepedulian terhadap orang lain. Kehilangan keterampilan berbahasa terjadi sesudahnya, sementara ingatan dan pengetahuan tentang hal-hal seperti di mana seseorang berada dan waktu hari dipertahankan hingga jauh di kemudian hari.

Pengertian Demensia
Pemindaian positron emission tomography (PET) berwarna pada otak pasien AIDS yang menderita demensia (atas). Dibandingkan dengan pemindaian otak normal (bawah), area gelap otak pada pasien AIDS jauh lebih kecil, yang mencerminkan penurunan kemampuan otak untuk berfungsi.

Baik penyakit Parkinson maupun penyakit Huntington pada awalnya memengaruhi struktur otak yang lebih dalam, yaitu yang mengendalikan gerakan otot. Gejala penyakit Parkinson, yang dimulai pada pertengahan hingga akhir kehidupan, termasuk gemetarnya bibir dan tangan, hilangnya ekspresi wajah, dan kekakuan otot. Pada tahap selanjutnya, sekitar 50 persen pasien dengan penyakit ini mengalami beberapa tingkat demensia. Penyakit Huntington, yang menyerang usia paruh baya, pertama kali ditandai oleh gerakan otot tak sadar. Tak lama setelah itu, pasien yang menderita penyakit ini mulai kesulitan berpikir jernih dan mengingat kejadian sebelumnya. Pada tahap selanjutnya dari penyakit, pasien Huntington tidak dapat berjalan atau merawat diri mereka sendiri.

Referensi : http://www.scienceclarified.com/Co-Di/Dementia.html