Pengertian Distilasi, Jenis Distilasi dan Sejarahnya

Pengertian Distilasi, Jenis Distilasi dan Sejarahnya

Pengertian Distilasi – Distilasi adalah proses pemisahan yang penting dalam kimia, industri, dan ilmu makanan. Berikut adalah definisi distilasi, jenis distilasi dan penggunaannya. Distilasi disebut juga pemisahan zat dengan cara penyulingan.

Jika kamu merasakan sakit kepala, obat gosok atau minyak kayu putih sering digunakan untuk meringankan sakitmu. Tahukah kamu, bagaimana minyak kayu putih dibuat? Penyulingan terhadap daun dan kayu dari tanaman minyak kayu putih adalah cara yang digunakan untuk membuat minyak tersebut. Apakah pembuatan minyak wangi juga melalui proses penyulingan? Penyulingan (distilasi) merupakan salah satu metode untuk memisahkan campuran. Prinsip distilasi adalah menguapkan suatu zat. Kemudian, mengembunkannya kembali. Uap zat yang didinginkan (diembunkan) merupakan cairan murni zat tersebut.

Distilasi dapat dilakukan jika titik didih zat-zat yang bercampur berbeda. Tabung suling tidak hanya digunakan pada pembuatan minyak kayu putih saja. Tahukah kamu, jika minyak bumi sebagai sumber energi untuk keperluan sehari-hari juga dihasilkan dari proses penyulingan?

Info Distilasi

  • Distilasi adalah proses pemisahan komponen campuran berdasarkan titik didih yang berbeda.
  • Contoh penggunaan destilasi termasuk pemurnian alkohol, desalinasi, pemurnian minyak mentah, dan membuat gas cair dari udara.
  • Manusia telah menggunakan distilasi sejak setidaknya 3000 SM di lembah Indus.

Definisi Distilasi

Distilasi adalah metode yang banyak digunakan untuk memisahkan campuran berdasarkan perbedaan kondisi yang diperlukan untuk mengubah fase komponen campuran. Untuk memisahkan campuran cairan, cairan dapat dipanaskan untuk memaksa komponen yang memiliki titik didih berbeda berubah ke dalam fase gas. Gas tersebut kemudian dikondensasi kembali menjadi bentuk cair dan dikumpulkan. Mengulangi proses pada cairan yang dikumpulkan untuk meningkatkan kemurnian produk disebut distilasi ganda. Meskipun istilah ini paling umum diterapkan pada cairan, proses sebaliknya dapat digunakan untuk memisahkan gas dengan mencairkan komponen menggunakan perubahan suhu dan/atau tekanan.

Sejarah

Bukti penggunaan distilasi yang paling awal diketahui berasal dari alat distilasi terakota yang berasal dari 3000 SM di lembah Indus Pakistan. Distilasi diketahui digunakan oleh masyarakat Babilonia Mesopotamia. Awalnya, distilasi diyakini telah digunakan untuk membuat parfum. Distilasi minuman terjadi jauh kemudian. Ahli kimia Arab Al-Kindi menyaring alkohol pada abad ke-9. Penyulingan minuman beralkohol tampaknya umum di Italia dan Cina dimulai pada abad ke-12.

Pengertian Distilasi, Jenis Distilasi dan Sejarahnya
Skema distilasi bertingkat minyak bumi (A) dan Penyulingan atau Distilasi (B)

Penggunaan Distilasi

Distilasi digunakan untuk banyak proses komersial, seperti produksi bensin, air suling, xylene, alkohol, parafin, minyak tanah, dan banyak cairan lainnya. Gas dapat dicairkan dan dipisahkan. Sebagai contoh: nitrogen, oksigen, dan argon didistilasi dari udara.

Jenis Distilasi

Jenis distilasi yaitu distilasi sederhana, distilasi fraksional (‘fraksi’ volatil yang berbeda dikumpulkan saat diproduksi), dan distilasi destruktif (biasanya, bahan dipanaskan sehingga terurai menjadi senyawa).

Distilasi Sederhana

Distilasi sederhana dapat digunakan ketika titik didih dua cairan berbeda secara signifikan satu sama lain atau untuk memisahkan cairan dari padatan atau komponen yang tidak mudah menguap. Dalam distilasi sederhana, campuran dipanaskan untuk mengubah komponen yang paling mudah menguap dari cairan menjadi uap. Uapnya naik dan mengalir ke kondensor. Biasanya, kondensor didinginkan (misalnya, dengan mengalirkan air dingin di sekitarnya).

Distilasi uap

Distilasi uap digunakan untuk memisahkan komponen yang peka terhadap panas. Uap ditambahkan ke dalam campuran, menyebabkan sebagian menguap. Uap ini didinginkan dan dikondensasi menjadi dua fraksi cair. Terkadang fraksi dikumpulkan secara terpisah, atau mereka mungkin memiliki nilai kerapatan yang berbeda , sehingga mereka terpisah sendiri. Contohnya adalah destilasi uap bunga untuk menghasilkan minyak esensial dan sulingan berbasis air.

Distilasi Fraksional

Destilasi fraksinasi merupakan suatu teknik pemisahan untuk larutan yang mempunyai perbedaan titik didih yang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 30oC atau lebih. Dalam destilasi fraksional atau destilasi bertingkat proses pemisahan parsial diulang berkali-kali dimana setiap kali terjadi pemisahan lebih lanjut. Hal ini berarti proses pengayaan dari uap yang lebih volatil juga terjadi berkali-kali sepanjang proses destilasi fraksional itu berlangsung.

Destilasi terfraksi ini berbeda dengan destilasi biasa, karena terdapat suatu kolom fraksionasi dimana terjadi suatu proses refluks. Proses refluks pada destilasi ini dilakukan agar pemisahan campuran dapat terjadi dengan baik. Kolom fraksionasi berfungsi agar kontak antara cairan dengan uap terjadi lebih lama. Sehingga komponen yang lebih ringan dengan titik didih yang lebih rendah akan terus menguap dam masuk kondensor. Sedangkan komponen yang lebih besar akan kembali kedalam labu destilasi.

Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya. Semakin ke atas, semakin tidak volatil cairannya.

Distilasi Vakum

Distilasi vakum digunakan untuk memisahkan komponen yang memiliki titik didih tinggi. Menurunkan tekanan peralatan juga menurunkan titik didih. Kalau tidak, prosesnya mirip dengan bentuk distilasi lainnya. Distilasi vakum sangat berguna ketika titik didih normal melebihi suhu dekomposisi suatu senyawa.

Sumber

  • Allchin, F. R. (1979). “India: The Ancient Home of Distillation?”. Man. 14 (1): 55–63. doi:10.2307/2801640
  • Forbes, R. J. (1970). A Short History of the Art of Distillation from the Beginnings up to the Death of Cellier Blumenthal. BRILL. ISBN 978-90-04-00617-1.
  • Harwood, Laurence M.; Moody, Christopher J. (1989). Experimental organic chemistry: Principles and Practice (Illustrated ed.). Oxford: Blackwell Scientific Publications. ISBN 978-0-632-02017-1.