tahap mitosis

Pengertian Fase Mitosis dalam Sel dan Tahapannya

Pengertian Fase Mitosis – Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana luka di jari Anda secara bertahap sembuh dalam beberapa hari? Penyembuhan ini dilakukan oleh proses yang disebut Mitosis. Mitosis adalah proses yang bertanggung jawab untuk regenerasi dan perbaikan. Mitosis membantu pertumbuhan dan perkembangan sel. Sel-sel bisa menjadi tua dan dan terluka tetapi akhirnya, mereka memperbaiki dan meregenerasi.

Mitosis

Mitosis merupakan bagian yang relatif kecil dari siklus sel secara lengkap tetapi merupakan salah satu bagian penting dari siklus sel. Dokter Jerman dan ahli biologi sel “Walther Flemming” menciptakan istilah “mitosis” pada tahun 1882. Ia menjelaskan proses bagaimana sel membelah dan memisahkan kromosom mereka.

Proses pembelahan sel yang menghasilkan pembentukan dua sel anak baru disebut sebagai Mitosis. Sel anak yang baru terbentuk secara genetis identik dengan sel induk dan satu sama lain. Ini memainkan peran penting dalam siklus kehidupan organisme hidup. Namun, tingkat signifikansi dapat bervariasi tergantung pada jenis organisme (multiseluler atau sel tunggal).

Pada organisme uniseluler seperti bakteri, mitosis membantu reproduksi aseksual karena menghasilkan salinan identik dari sel induk. Contoh lain dari organisme uniseluler Eukariotik adalah “Amoeba.” Sebuah amoeba menggunakan pembelahan sel untuk membentuk individu baru. Dalam kasus organisme multisel, mitosis membantu pertumbuhan dan perbaikan dengan memproduksi lebih banyak jumlah sel yang identik. Misalnya tumbuhan, hewan bergantung pada pembelahan sel untuk pertumbuhan mereka dengan penambahan sel-sel baru. Ini juga digunakan untuk memperbaiki jaringan yang cedera atau mengganti jaringan yang sudah usang dengan meregenerasi sel-sel baru.

Mitosis mengacu pada pemisahan kromosom dalam sel eukariotik selama proses pembelahan sel. Sel induk terbagi menjadi dua sel anak yang identik dengan sel induk selama proses pembelahan sel. Selama proses mitosis, inti sel bersama dengan kromosom dibagi untuk membentuk dua nukleus sel anak baru. Nukleus anak mewarisi jumlah kromosom yang sama dengan nukleus induk.

Pentingnya Mitosis dalam Proses Hidup

  • Stabilitas genetik, Mitosis membantu dalam pemecahan kromosom selama pembelahan sel dan menghasilkan dua sel anak baru. Oleh karena itu kromosom terbentuk dari kromosom induk dengan menyalin DNA yang tepat. Sel-sel anak terbentuk secara genetik seragam dan identik dengan orang tua serta satu sama lain. Dengan demikian mitosis membantu dalam menjaga dan memelihara stabilitas genetik populasi tertentu.
  • Pertumbuhan, Mitosis membantu dalam meningkatkan jumlah sel dalam organisme hidup sehingga memainkan peran penting dalam pertumbuhan organisme hidup.
  • Penggantian dan regenerasi sel-sel baru – Regenerasi dan penggantian jaringan yang aus dan rusak merupakan fungsi mitosis yang sangat penting dalam organisme hidup. Mitosis membantu dalam produksi salinan sel yang identik dan dengan demikian membantu memperbaiki jaringan yang rusak atau mengganti sel-sel yang aus. Tetapi tingkat regenerasi dan penggantian organisme multisel bervariasi dari satu sama lain. Sebagai contoh, proses mitosis digunakan untuk menumbuhkan kembali kaki newts dan crustacea. Namun, tingkat pertumbuhan kembali dapat bervariasi.
  • Reproduksi aseksual- Mitosis digunakan dalam produksi keturunan yang sama secara genetis. Misalnya tunas hidra dan ragi, pembelahan biner di amuba, dll.

Lima Tahapan Dasar Mitosis

tahap mitosis
tahap mitosis | MasterIPA.com

1. Tahap Profase

Pada tahap-tahap profase ini, bagian dari benang-benang kromatin akan terjadi suatu proses memendek dan juga menebal dan akan membentuk sebuah kromosom. Kemudian, pada setiap bagian kromosom akan melakukan proses membelah dan juga memanjang menjadi dua bagian, yakni pada masing-masing anak dari kromosom yang sering disebut dengan kromatid, dan pada bagian dinding inti akan mulai melakukan proses melebur.

Ciri-ciri yang dimiliki oleh tahap profase adalah sebagai berikut :

Di bagian dalam karioteka (membran inti))

  • Pada bagian-bagian dari nukleolus akan menghilang.
  • Terjadi proses pembentukan pada kromosom yang terbentuk dari benang-benang kromosom.
  • Pada bagian karioteka (yang sering disebut dengan membran inti) akan menghilang dan terjadi proses pemecahan.
  • Terjadi proses duplikasi (penggandaan) pada bagian-bagian dari kromosom dan kemudian menjadi kromatid.
  • Selanjutnya kromatid hasil dari duplikasi (penggandaan) akan melakukan suatu proses pelekatan pada bagian dari sentromer.

Di bagian luar karioteka (membran inti)

  • Akan terlihat dua pasang sentriol (ini biasanya terjadi khusus pada sel hewan saja) yang kemudian dikelilingi oleh aster, yang terbentuk menjadi sentrosom.
  • Pada bagian sentriol akan mengalami pergerakan menuju ke bagian kutub yang mempunyai arah berlawanan karena aster. Aster merupakan benang-benang spindel yang akan membentuk suatu bangunan menyerupai bentuk bintang.
  • Benang-benang spindel tersebut akan melakukan proses pengikatan kromosom-kromosom pada bagian konetokor pada sebuah sentrosom.

2. Tahap Metafase

Pada tahap-tahap metafase ini, bagian dari benang-benang yang terdiri dari sepasang kromatid yang akan menuju ke bagian-bagian tengah dari sel dan akan langsung menempatkan dirinya pada bagian bidang tengah dari sel-sel tersebut. Bidang ini biasa disebut dengan bidang ekuator. Bidang ekuator merupakan suatu bidang tempat terjadinya proses pembelahan sel. (baca juga : cara memelihara belut)

Ciri-ciri yang dimiliki oleh tahap metafase adalah sebagai berikut :

  • Terjadi suatu proses peleburan karioteka (membran inti) secara sempurna.
  • Benang-benang spindel akan menempati daerah-daerah bekas inti.
  • Kromatid akan melakukan pergerakan menuju ke arah bidang ekuator atau disebut dengan bidang pembelahan dan kemudian sentromernya akan terikat dengan benang-benang spindel.
  • Kromatid akan berjajar di sepanjang bidang ekuator atau bidang pembelahan.

3. Tahap Anafase

Pada tahap-tahap anafase ini , pada kedua bagian kromatid akan memisahkan dirinya dari pasangannya dan akan melakukan pergerakan menuju ke bagian ujung atau bagian kutub sel-sel yang mempunyai arah saling berlawanan.
Mulai pada waktu tersebut, pada bagian kromatid akan berlaku sebagai kromosom yang baru.

Ciri-ciri yang dimiliki oleh tahap anafase adalah sebagai berikut :

  • Bagian sentromer akan membelah menjadi dua bagian dan bagian kromatid akan berpisah.
  • Pada Benang-benang spindel antar bagian kromosom dan juga bagian sentriol akan memendek sehingga masing-masing kromosom akan tertarik ke bagian kutub yang mempunyai arah berlawanan.
  • Tarikan pada benang-benang spindel pada bagian kromosom adalah sebagai akibat dari proses kontraksi pada bagian mikrotubulus.
  • Kromosom sudah sampai pada masing-masing bagian kutubnya.
  • Serat-serat antara kromosom akan mengalami perenggangan sehingga bagian sel akan menjadi memanjang. (baca juga : cara menjaga keseimbangan ekosistem)

4. Tahap Telofase

Pada tahap-tahap telofase ini, pada setiap bagian dari kutub akan terbentuk kromosom-kromom yang memiliki sifat identik. Maka bagian dari dinding inti sel-sel akan mengalami proses pembentukan kembali. Pada bagian dari plasma sel yang akan terbagi menjadi dua bagian yang sama biasa disebut dengan tahap sitokinesis. Tahap sitokinesis yang terjadi pada sel hewan, biasanya ditandai dengan proses melekuknya bagian dari sel-sel ke dalam dan juga ditandai dengan proses terbentuknya bagian dari membran sel. Sedangkan tahap sitokinesis yang terjadi pada pada sel tumbuhan, biasanya ditandai dengan proses terbentuknya bagian dari dinding sel dan tentunya juga ditandai dengan terbentuknya membran sel yang baru di bagian tengah-tengah sel. (baca juga : cara memelihara ikan hias)

Ciri-ciri yang dimiliki oleh tahap telofase adalah sebagai berikut :

  • Pada bagian benang-benang spindel yang memiliki fungsi sebagai pengantung kromosom akan hilang (aster akan menghilang).
  • Pada bagian karioteka (membran inti) akan terbentuk kembali pada setiap bagain-bagian kutub dari sel dan juga akan melingkupi pada bagian kromosom.
  • Kromosom akan mengalami sebuah proses yang dinamakan dekondensasi yang menjadi kromatin.
  • Bagian nukleolus akan mengalami pembentukan kembali.
  • Bagian matrik pada sitoplasma akan kembali dalam kondisi yang jernih.
  • Terjadi suatu proses penebalan pada bagian dari plasma (proses ini biasa disebut sebagai plasmakinesis) pada bagian-bagian bidang ekuator yang memiliki peran sebagai langkah awal dalam proses sitokinesis.
  • Terbentuk selaput-selaput pemisah pada bagian -bagian bidang ekuator / bidang pembelahan (sebagai proses sitokinesis) dan juga akan terbentuk dua buah sel-sel anak yang baru.

Dapat diambil kesimpulan pada pembahasan artikel Pembelahan Mitosis kali ini, pada proses pembelahan sel secara mitosis pada setiap sel-sel indukan yang memiliki sifat diploid (2n) akan mengahasilkan dua buah bagian sel anakan yang masing-masing bagiannya akan tetap mempunyai sifat diploid. Sifat-sifat tersebut, yang dimiliki oleh sel-sel anakan akan memiliki sifat-sifat yang juga sama persis dengan sel-sel indukannya. Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai proses pembelahan sel secara mitosis.

5. Tahap Interfase

Ciri-ciri fase interfase sebagai berikut :

  1. Selaput nukleus membatasi nukleus
  2. Nukleus mengandung satu atau lebih nukleolus
  3. Dua sentrosom telah terbentuk memlalaui replikasi sentrosom tunggal
  4. Pada sel hewan, setiap sentrosom memiliki dua sentrosom
  5. Kromosom yang diduplikasikan selama fase S, tidak bisa dilihat secara individual karena belum terkondensasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *