Gas Karbon Dioksida

Pengertian Gas Karbon Dioksida

Pengertian Karbon Dioksida – Karbon dioksida adalah senyawa kimia yang terdiri dari satu bagian karbon dan dua bagian oksigen dan diwakili oleh rumus kimia CO. Karena sejumlah alasan, karbon dioksida adalah salah satu gas paling penting di Bumi. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida untuk menghasilkan karbohidrat (gula dan pati) dalam proses yang dikenal sebagai fotosintesis. (Dalam fotosintesis, tanaman memanfaatkan cahaya untuk memecah senyawa kimia dan menghasilkan energi.) Karena manusia dan semua hewan lain bergantung pada tanaman sebagai makanan, maka fotosintesis diperlukan untuk kelangsungan hidup semua kehidupan di Bumi.

Karbon dioksida di atmosfer juga penting karena menangkap panas yang dipancarkan dari permukaan bumi. Panas itu membuat planet cukup hangat untuk kehidupan tumbuhan dan hewan (termasuk manusia) untuk bertahan hidup. Peningkatan kadar karbon dioksida di atmosfer mungkin bertanggung jawab atas perubahan jangka panjang dalam iklim Bumi. Perubahan-perubahan itu memiliki efek menguntungkan dan berbahaya bagi manusia dan bentuk kehidupan lainnya di planet ini.

Gas Karbon Dioksida
Gas Karbon Dioksida

Sejarah

Penghargaan atas penemuan karbon dioksida (CO2) diberikan kepada ilmuwan Flemish Jan Baptista van Helmont (1580–1644, beberapa sumber menyebutkan tanggal kematiannya di tahun1635). Sekitar 1630, van Helmont mengidentifikasi gas yang dilepaskan dengan membakar kayu dan memberinya nama gas sylvestre (gas kayu). Hari ini kita tahu bahwa gas itu adalah karbon dioksida. Penemuan Van Helmont itu penting bukan hanya karena ia pertama kali mengenali karbon dioksida tetapi juga karena ia pertama kali memahami bahwa udara adalah kombinasi beberapa gas dan bukan gas tunggal.

Beberapa studi karbon dioksida paling lengkap dilakukan oleh ahli kimia Skotlandia Joseph Black (1728-1799). Pada 1756, Black membuktikan bahwa karbon dioksida terjadi di atmosfer dan dapat membentuk senyawa lain. Dia juga mengidentifikasi karbon dioksida dalam napas yang dihembuskan oleh manusia.

Penggunaan praktis pertama karbon dioksida dapat ditelusuri ke penemuan yang dibuat oleh ahli kimia Inggris Joseph Priestley (1733-1804) pada pertengahan tahun 1700-an. Priestley menemukan bahwa dengan melarutkan karbon dioksida dalam air, ia dapat menghasilkan minuman segar bersoda dengan rasa yang menyenangkan. Karena penemuan Priestley hanya kekurangan gula dan perasa untuk menjadikannya minuman soda pop atau cola modern, ia dapat dengan tepat disebut sebagai bapak industri minuman ringan.

Karakteristik dan penggunaan

Karbon dioksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mudah terbakar dengan kepadatan sekitar dua kali udara. Gas ini dapat dikonversi menjadi padatan yang dikenal sebagai es kering dengan mudah. Es kering memiliki sifat menarik ketika disublimasikan yaitu, berubah secara langsung dari padatan menjadi gas tanpa terlebih dahulu meleleh menjadi cairan. Semua sifat ini menjelaskan penggunaan karbon dioksida yang paling penting secara komersial dan industri.

Di antara kegunaan tersebut adalah yang ditemukan oleh Priestley, pembuatan minuman berkarbonasi. Kehadiran karbon dioksida memberikan rasa sedikit asam dan menggelitik yang membuat minuman tersebut sangat menyegarkan. Karbon dioksida (CO2) juga digunakan secara luas sebagai pendingin, dan bahan dalam pembuatan makanan beku. Alat pemadam api karbon dioksida sering digunakan untuk mengendalikan kebakaran listrik dan minyak, yang tidak dapat dipadamkan dengan air. Karena gasnya lebih padat daripada udara dan tidak terbakar, CO2 menyebar seperti selimut di atas bahan yang terbakar api. Selain itu, karbon dioksida kadang-kadang digunakan sebagai selimut gas untuk mencegah bahan membusuk.

Kegunaan Karbon Dioksida
Kegunaan Karbon Dioksida

Dalam keadaan langka, karbon dioksida dapat menjadi ancaman bagi kehidupan. Pada tahun 1896, awan besar gas meledak dari Danau Nyos, sebuah danau vulkanik di Kamerun barat laut, sebuah negara di Afrika barat. Awan ini menyebar dengan cepat dan mencekik lebih dari 1.700 orang dan 8.000 hewan. Saat ini, para ilmuwan berusaha mengendalikan fenomena ini dengan memompa gas karbon dioksida dari dasar danau secara perlahan.