Pengertian Hukuman Negatif, Contoh, dan Efeknya dalam Psikologi

Hukuman negatif adalah konsep penting dalam teori pengkondisian operan dari BF Skinner. Dalam psikologi perilaku, tujuan hukuman adalah untuk mengurangi perilaku tertentu yang tidak diinginkan. Dalam kasus hukuman negatif, akan melibatkan mengambil sesuatu yang baik atau diinginkan untuk mengurangi terjadinya perilaku tertentu.

Salah satu cara termudah untuk mengingat konsep ini adalah bahwa dalam istilah perilaku positif berarti menambahkan sesuatu sementara negatif berarti mengambil sesuatu.

Contoh Hukuman Negatif

Bisakah Anda mengidentifikasi contoh hukuman negatif? Dilarang bermain, dihukum, dan tidak diberi hadiah adalah contoh hukuman negatif. Dalam setiap kasus, sesuatu yang baik diambil sebagai akibat dari perilaku individu yang tidak diinginkan. Sebagai contoh:

  • Setelah dua orang anak bertengkar tentang siapa yang akan bermain dengan mainan baru, sang ibu lalu mengambil mainan itu dari kedua anaknya.
  • Seorang gadis remaja pulang larut malam, jadi orang tuanya menghukumnya tidak keluar rumah selama seminggu.

Sebaliknya, dengan hukuman positif sesuatu yang tidak diinginkan ditambahkan ketika perilaku yang tidak diinginkan telah terjadi. Misalnya, ketika seorang anak mengamuk, dia disuruh masuk ke kamarnya untuk merenungkan perbuatannya. Kedua jenis hukuman ini memiliki tujuan akhir yang sama yaitu untuk mengubah perilaku.

Hukuman Negatif
Hukuman Negatif

Efek Hukuman Negatif

Meskipun hukuman negatif bisa sangat efektif, Skinner dan peneliti lain telah menyarankan bahwa sejumlah faktor yang berbeda dapat mempengaruhi keberhasilannya.

Hukuman negatif paling efektif ketika:

  • Segera dilakukan mengikuti respons.
  • Hukuman negatif diterapkan secara konsisten.

Bacalah contoh ini: seorang gadis remaja memiliki SIM yang mengizinkannya mengemudi hanya di siang hari, dan SIM itu melarangnya mengemudi di malam hari. Namun, ia tetap mengemudi di malam hari beberapa kali seminggu tanpa menghadapi konsekuensi apa pun. Suatu malam ketika dia sedang mengemudi ke mal dengan seorang temannya, dia disuruh menepi oleh polisi dan terkena tilang. Akibatnya, ia menerima pemberitahuan melalui pos seminggu kemudian yang memberitahukan bahwa hak mengemudinya telah dicabut selama 30 hari. Setelah mendapatkan kembali SIMnya, ia kembali mengemudi di malam hari meskipun ia harus menunggu enam bulan lagi sebelum ia diizinkan mengemudi secara sah pada malam hari.

Seperti yang sudah Anda duga, kehilangan SIMnya adalah hukuman negatif dalam contoh ini. Tapi mengapa dia terus terlibat dalam perilaku pelanggaran meskipun hal itu mengarah pada hukuman? Karena hukuman itu diterapkan secara tidak konsisten (dia mengemudi di malam hari berkali-kali tanpa terkena tilang) dan karena hukuman itu tidak diterapkan segera (hak mengemudinya tidak dicabut dan butuh waktu sampai seminggu setelah dia ditilang), hukuman negatif tidak efektif untuk membatasi tingkah lakunya.

Masalah besar lainnya dengan hukuman negatif adalah bahwa meskipun mungkin mengurangi perilaku yang tidak diinginkan, namun hukuman negatif tidak memberikan informasi atau instruksi tentang reaksi yang lebih tepat. BF Skinner juga mencatat bahwa begitu hukuman dicabut, perilakunya sangat mungkin untuk kembali.

Daftar Pustaka

  • Hockenbury, D, Hockenbury, SE. Discovering Psychology. New York, NY: Worth Publishers; 2007.
  • Skinner, BF. About Behaviorism. New York: Knopf; 1974.
Next Post

Perbedaan Penguatan Positif/Negatif Dan Hukuman Positif/Negatif

Dalam psikologi perilaku, penguatan adalah pengenalan kondisi yang menguntungkan yang akan membuat  perilaku yang diinginkan lebih mungkin terjadi, dilanjutkan atau diperkuat di masa depan 1 . Karena kondisi yang menguntungkan bertindak sebagai hadiah, penguatan adalah pengkondisian operan berbasis hadiah. Ada dua jenis penguatan yaitu: penguatan positif dan penguatan negatif. Kedua jenis penguatan ini […]
Hukuman Positif dan Hukuman Negatif
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan Kembali