Karbon

Pengertian Kimia Senyawa Karbon

Pengertian Senyawa Karbon – Unsur karbon adalah zat kimia yang mengandung atom karbon yang terikat pada unsur lain. Ada lebih banyak senyawa karbon daripada unsur lainnya kecuali hidrogen. Sebagian besar molekul ini adalah senyawa karbon organik (misalnya, benzena, sukrosa), meskipun sejumlah besar senyawa karbon anorganik. Salah satu ciri penting karbon adalah katenasi, yaitu kemampuan untuk membentuk rantai panjang atau polimer . Rantai ini mungkin linier atau dapat membentuk cincin.

Jenis Ikatan Kimia yang Dibentuk oleh Karbon

Karbon paling sering membentuk ikatan kovalen dengan atom lain. Karbon membentuk ikatan kovalen nonpolar ketika ia terikat pada atom karbon lain dan ikatan kovalen polar dengan bukan logam dan metaloid. Dalam beberapa kasus, karbon membentuk ikatan ionik. Contohnya adalah ikatan antara kalsium dan karbon dalam kalsium karbida, CaC2 .

Karbon biasanya tetravalen (keadaan oksidasi +4 atau -4). Namun, keadaan oksidasi lainnya diketahui, termasuk +3, +2, +1, 0, -1, -2, dan -3. Karbon bahkan telah diketahui membentuk enam ikatan, seperti pada heksametilbenzena.

Meskipun dua cara utama untuk mengklasifikasikan senyawa karbon adalah sebagai organik atau anorganik, ada begitu banyak senyawa yang berbeda yang dapat dibagi lagi.

Karbon
Karbon

Karbon Alotrop

Alotrop adalah bentuk elemen yang berbeda. Secara teknis, mereka bukan senyawa, meskipun struktur sering disebut dengan nama itu. Alotrop karbon termasuk karbon amorf, berlian , grafit, graphene, dan fullerene. Meskipun allotrop adalah semua bentuk elemen yang sama, mereka memiliki sifat yang sangat berbeda satu sama lain.

Senyawa organik

Senyawa organik pernah didefinisikan sebagai senyawa karbon yang dibentuk secara eksklusif oleh organisme hidup. Sekarang banyak dari senyawa ini dapat disintesis di laboratorium atau telah ditemukan berbeda dari organisme, sehingga definisi telah direvisi (meskipun tidak disetujui). Senyawa organik harus mengandung setidaknya karbon. Sebagian besar ahli kimia setuju bahwa hidrogen juga harus ada. Meski begitu, klasifikasi beberapa senyawa masih diperdebatkan. Kelas utama senyawa organik termasuk (tetapi tidak terbatas pada) karbohidrat, lipid, protein , dan asam nukleat. Contoh-contoh senyawa organik meliputi benzena, toluena, sukrosa, dan heptana.

Senyawa anorganik

Senyawa anorganik dapat ditemukan dalam mineral dan sumber alami lainnya atau dapat dibuat di laboratorium. Contohnya termasuk karbon oksida (CO dan CO2), karbonat (misalnya, CaCO3), oksalat (misalnya, BaC2O4), karbon sulfida (misalnya, karbon disulfida, CS2), senyawa karbon-nitrogen (misalnya, hidrogen sianida, HCN), karbon halida, dan karboran.

Senyawa Organologam

Senyawa organologam mengandung setidaknya satu ikatan karbon-logam. Contohnya termasuk timbal tetraethyl, ferrocene, dan garam Zeise.

Paduan Karbon

Beberapa paduan mengandung karbon, termasuk baja dan besi tuang. Logam “murni” dapat dilebur menggunakan kokas, yang menyebabkannya juga mengandung karbon. Contohnya termasuk aluminium, kromium, dan seng.

Nama Senyawa Karbon

Kelas senyawa tertentu memiliki nama yang menunjukkan komposisi mereka:

  • Karbida: Karbida adalah senyawa biner yang dibentuk oleh karbon dan unsur lain dengan elektronegativitas yang lebih rendah. Contohnya termasuk Al4C3, CaC2 , SiC, TiC, WC.
  • Karbon Halida: Karbon halida terdiri dari karbon yang terikat pada halogen. Contohnya termasuk karbon tetraklorida (CCl4) dan karbon tetraiodida (CI 4).

Sifat-sifat Senyawa Karbon

Senyawa karbon memiliki karakteristik umum tertentu:

  1. Sebagian besar senyawa karbon memiliki reaktivitas rendah pada suhu biasa tetapi dapat bereaksi dengan kuat ketika panas diberikan. Misalnya, selulosa dalam kayu stabil pada suhu kamar, namun terbakar ketika dipanaskan.
  2. Sebagai akibatnya, senyawa karbon organik dianggap mudah terbakar dan dapat digunakan sebagai bahan bakar. Contohnya termasuk tar, gas alam, minyak, dan batubara. Setelah pembakaran, residu utamanya adalah unsur karbon.
  3. Banyak senyawa karbon bersifat nonpolar dan menunjukkan kelarutan rendah dalam air. Karena alasan ini, air saja tidak cukup untuk menghilangkan minyak atau lemak.
  4. Senyawa karbon dan nitrogen sering kali menjadi bahan peledak yang baik. Ikatan antara atom mungkin tidak stabil dan cenderung melepaskan energi yang cukup besar ketika putus.
  5. Senyawa yang mengandung karbon dan nitrogen biasanya memiliki bau yang berbeda. Bentuk padat mungkin tidak berbau. Contohnya adalah nilon, yang berbau sampai terpolimerisasi.

Penggunaan Senyawa Karbon

Penggunaan senyawa karbon tidak terbatas. Kehidupan seperti yang kita kenal bergantung pada karbon. Sebagian besar produk mengandung karbon, termasuk plastik, paduan, dan pigmen. Bahan bakar dan makanan didasarkan pada karbon