Pengertian Kodominan dan Contoh-Contoh Kodominan No ratings yet.

Diposting pada

Pengertian Kodominan dan Contoh Kodominan – Kodominan terjadi ketika dua alel yang berbeda dari sifat gen tunggal tertentu keduanya menyatu. Kodominan mengikuti pola pewarisan non-Mendel. Gregor Mendel menemukan fenomena kodominan saat belajar sifat poligenetik dan warisannya.

Pengertian dari Kodominan

Kodominan bahasa inggrisnya Codominance terjadi ketika dua versi, atau “alel,” dari gen yang sama hadir dalam makhluk hidup. Bukannya hanya satu sifat dominan muncul di atas yang lain, malah justru kedua sifat muncul.

Kodominan mudah dikenali pada tumbuhan dan hewan yang memiliki lebih dari satu warna pigmen. Sapi dan bunga yang terlihat dengan kelopak dua warna yang berbeda adalah contoh dari kodominan

Kodominan juga terjadi pada beberapa sifat yang kurang terlihat, seperti golongan darah. Alel A dan B untuk golongan darah keduanya dapat dominan pada saat yang sama, menghasilkan golongan darah tipe AB.

Dalam genetika, gen “dominan” adalah gen yang selalu muncul jika ditemukan dalam suatu organisme. Gen dominan dapat dinyatakan sebagai co-dominan di mana dua sifat yang berbeda keduanya dimunculkan bersama atau sebagai dominan/resesif, di mana keberadaan gen dominan sepenuhnya menutupi keberadaan gen resesif .

Contoh-Conoh Kodominan

1. Pada Peternakan

Ketika ayam dengan bulu putih kawin dengan ayam bulu hitam, hasilnya adalah ayam keturunan yang memiliki bulu hitam dan putih.

Demikian juga, ketika sapi merah berkembang biak dengan sapi merah, keturunan yang dihasilkan mungkin saja memiliki rambut merah dan putih.

2. Rhododendron

Rhododendron dan bunga lainnya juga dapat menunjukkan kodominan.

Dalam kasus rhododendron, persilangan bunga merah dan putih dapat menghasilkan bunga yang memiliki bercak merah dan putih.

Baca:  Pengertian Fototropisme dan Cara Kerja Fototropisme

Banyak bunga menunjukkan pola kodominansi yang serupa, di mana kedua warna bunga induknya muncul di berbagai bagian tanaman.

INFO: Rhododendron sendiri merupakan genus tanaman berbunga dengan 800-an jenis spesies baik alami maupun hibrida. Pohon Rhododendron berbentuk semak dengan tinggi rata-rata di bawah satu meter, meskipun terdapat spesies yang mampu tumbuh hingga 30 meter. Daunnya kecil berwarna hijau.

3. Golongan darah

Contoh kodominan yang terjadi pada manusia adalah golongan darah.

Ada tiga versi berbeda dari gen untuk protein yang muncul di luar sel darah kita dan membantu tubuh kita untuk mengidentifikasi sel sebagai milik mereka. Alel-alel ini adalah A, B, dan O.

Alel “O” sebenarnya tidak mengkode protein apa pun, sehingga orang dengan golongan darah “O” tidak memiliki protein A dan B.

Protein A dan B, di sisi lain, mengkode dua protein berbeda. Protein ini, seperti warna berbeda pada bunga tadi juga dapat muncul bersamaan.

Seseorang yang mewarisi alel A dari satu induk dan alel B dari yang lain akan mengekspresikan kedua protein dengan cara kodominan, menghasilkan golongan darah AB.

Sifat “O”, di sisi lain, adalah contoh yang baik dari hubungan yang dominan / resesif: jika A atau B diekspresikan, sifat “O” tidak dinyatakan.

Bagan di bawah ini mengilustrasikan bagaimana kodominansi dapat terjadi antara sifat-sifat A dan B, sementara hubungan dominan / resesif ada antara sifat-sifat tersebut dan sifat O:

Pengertian Kodominan dan Contoh Kodominan
Gambar 1. Bagan Contoh Kodominan
  • Alel adalah gen yang memiliki lokus (posisi pada kromosom) yang sama, tetapi memiliki sifat bervariasi yang disebabkan mutasi pada gen asli. Dari sudut pandang genetika klasik, alel (dari bahasa Inggris allele) adalah bentuk alternatif dari gen dalam kaitannya dengan ekspresi suatu sifat (fenotipe)
  • Dominan adalah Gen yang sifatnya selalu muncul
  • Resesif adalah Gen yang sifatnya tidak dianggap jika ditutupi oleh keberadaan gen dominan.
Baca:  Pengertian ATP, Struktur, Fungsi, Produksi dan Siklusnya

Bagaimana Artikel Kami?

Gambar Gravatar
Seorang Guru dan Dosen. Aktif melakukan riset di bidang pendidikan dan fisika. Lulusan sarjana pendidikan Universitas Negeri Makassar dan magister Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Artikel dalam website ini valid dan dapat dipercaya kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *