Pengertian Paleoekologi

Pengertian Paleoekologi (Studi Fosil dan Hubungannya dengan LingkunganPurba)

Pengertian Paleoekologi – Paleoekologi adalah studi tentang organisme fosil dan hubungannya dengan lingkungan purba. Paleoekologi termasuk dalam kategori paleontologi yang lebih luas (studi fosil). Studi paleoekologi penting bagi para ilmuwan karena mengungkapkan begitu banyak tentang aspek alami dari sejarah kuno seperti kondisi angin, iklim, suhu, dan aktivitas laut. Yang sangat penting bagi bidang paleoekologi adalah konsentrasi intens bahan kimia yang ditemukan dalam fosil, data kimia semacam itu mengungkapkan banyak informasi tentang dunia pada zaman dahulu kala.

Bidang paleoekologi dikembangkan oleh ahli geologi Amerika (orang yang mempelajari sejarah Bumi) Kirk Bryan (1888–1950). Bryan memfokuskan penyelidikannya pada perubahan cuaca dari masa lalu dengan menggunakan informasi dari tanah dan serbuk sari kuno. Karyanya mengumpulkan minat yang cukup dari komunitas ilmiah untuk membantu mengembangkan bidang paleoekologi.

Ahli paleoekologi dapat menemukan petunjuk tentang lingkungan purba dan organisme yang hidup selama waktu tertentu di Bumi dengan memeriksa organisme fosil, varietas yang berbeda dari fosil itu, dan endapan tempat mereka ditemukan. Sedimen terdiri dari partikel batuan, mineral, dan organisme fosil yang karena kekuatan cuaca dan waktu, telah mengendap di atas satu sama lain dan membentuk lapisan. Lapisan-lapisan ini menekan dan mengeras, membentuk batuan sedimen.

Pengertian Paleoekologi
Pengertian Paleoekologi

Sedimen juga terkumpul di dasar muara (area air tempat laut bertemu sungai). Setiap lapisan sedimen mewakili sepotong waktu dalam sejarah. Ahli paleoekologi mengambil sampel inti sedimen dengan mendorong tabung ke dalam muara dan mengeluarkan sampel dari dasar berlumpur yang memberikan catatan sejarah masa lalu. Bahan yang ditemukan paling dekat dengan bagian atas tabung adalah sedimen termuda, bahan di dekat bagian bawah sampel tabung adalah yang tertua. (Gagasan lapisan sedimen mirip dengan cincin pohon, yang mengungkapkan usia pohon.)

Sebagai contoh, fosil laut (yang ada di laut) memiliki akumulasi bahan kimia yang signifikan dalam kerangka mereka. Dengan mempelajari bahan kimia ini, ahli paleoekologi dapat menarik kesimpulan tentang apa yang terjadi di lingkungan dan apa yang hidup di daerah sekitar lautan. Karena dari apa yang dicatat dalam fosil yang ditemukan di lingkungan air, ahli paleoekologi paling sering mempelajari jenis-jenis fosil ini.

Istilah

Fosil: Sisa-sisa, jejak, atau jejak organisme hidup yang menghuni Bumi lebih dari sepuluh ribu tahun yang lalu.

Paleontologi: Studi ilmiah tentang kehidupan periode geologi masa lalu yang diketahui dari sisa-sisa fosil.

Sedimen: Pasir, lumpur, tanah liat, batu, kerikil, lumpur, atau benda lain yang telah diangkut oleh air yang mengalir.

Batuan sedimen: Batuan yang terbentuk dari lapisan bahan organik atau anorganik yang terkompresi dan dipadatkan.