Pengertian Perspektif Sosiologis

Pengertian Perspektif Sosiologis Bagaimana Sosiolog Melihat Dunia

Pengertian Perspektif Sosiologis – Sosiologi dapat didefinisikan secara sederhana sebagai studi tentang masyarakat, tetapi praktik sosiologi lebih dari sekadar bidang studi, sebab sosiologi adalah cara melihat dunia. Perspektif sosiologis melibatkan mengenali dan mengevaluasi efek dari hubungan sosial, struktur dan kekuatan sosial, mempertimbangkan hari ini dalam konteks sejarah dan menerima begitu saja bahwa masyarakat dibangun secara sosial dan karenanya dapat berubah. Sosiologi adalah perspektif yang menumbuhkan pemikiran kritis, mengajukan pertanyaan kritis, dan mengejar solusi.

Memahami perspektif sosiologis sangat penting untuk memahami bidang sosiologi, teori sosial, mengapa dan bagaimana sosiolog melakukan penelitian yang mereka lakukan.

Meneliti Hubungan Sosial

Ketika para sosiolog memandang dunia dan mencoba memahami mengapa segala sesuatunya seperti itu, mereka mencari hubungan, dan bukan hanya hubungan antar manusia. Mereka mencari hubungan antara individu dan kelompok sosial seperti  ras, kelas, jenis kelamin, seksualitas, dan kebangsaan, yang berupa koneksi antara individu dan komunitas tempat mereka tinggal atau berafiliasi dengan dan, hubungan antara individu dan institusi, seperti media, agama, keluarga, dan penegakan hukum. Dalam sosiologi, ini dikenal sebagai melihat hubungan antara “mikro” dan “makro”, atau aspek individual dari kehidupan sosial, dan kelompok-kelompok skala besar, hubungan, dan tren yang membentuk masyarakat.

[irp posts=”1341″ name=”Pengertian Ilmu Sosiologi dan Asal Mula Sosiologi”]

Mempertimbangkan Pengaruh Struktur dan Kekuatan Sosial

Sosiolog mencari hubungan karena mereka ingin memahami penyebab tren dan masalah di masyarakat sehingga mereka dapat membuat rekomendasi tentang cara mengatasinya. Di jantung sosiologi adalah pengakuan bahwa struktur dan kekuatan sosial, seperti yang dijelaskan di atas membentuk pandangan dunia seseorang, kepercayaan, nilai-nilai, harapan, rasa apa yang normal, benar dan salah. Dengan melakukan hal itu, struktur dan kekuatan sosial membentuk pengalaman kita, bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain dan pada akhirnya, lintasan dan hasil hidup kita .

Pengertian Perspektif Sosiologis

Cara Mengajukan Pertanyaan Sosiologis

Sosiolog mencari jawaban yang kompleks untuk apa yang banyak orang anggap sebagai pertanyaan sederhana. Peter Ludwig Berger (sosiolog) menyarankan bahwa ada empat pertanyaan kunci di jantung sosiologi yang memungkinkan kita untuk melihat hubungan antara kehidupan sehari-hari antara struktur dan kekuatan sosial :

  1. Apa yang orang lakukan satu sama lain di sini?
  2. Apa hubungan mereka satu sama lain?
  3. Bagaimana hubungan ini diorganisasikan dalam institusi?
  4. Apa gagasan kolektif yang menggerakkan manusia dan institusi?

Berger menyarankan bahwa mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini mengubah yang familier menjadi sesuatu yang tidak terlihat, dan mengarah ke “transformasi kesadaran.”

C. Wright Mills menyebut transformasi kesadaran ini sebagai ” imajinasi sosiologis .” Ketika kita melihat dunia  kita melihat bagaimana momen dan biografi pribadi kita saat ini berada dalam lintasan sejarah. Menggunakan imajinasi sosiologis untuk memeriksa kehidupan kita sendiri, kita mungkin mempertanyakan bagaimana struktur sosial, kekuatan, dan hubungan telah memberi kita hak istimewa tertentu, seperti akses ke kekayaan dan sekolah bergengsi; atau bagaimana kekuatan sosial seperti rasisme dapat membuat kita dirugikan dibandingkan dengan yang lain.

[irp posts=”1338″ name=”Pengertian Konsep Struktur Sosial dalam Sosiologi”]

Pentingnya Konteks Sejarah

Perspektif sosiologis selalu memasukkan konteks historis dalam pandangannya tentang masyarakat, karena jika kita ingin memahami mengapa segala sesuatunya seperti itu, kita harus memahami bagaimana mereka terjadi. Jadi, sosiolog sering mengambil pandangan panjang dengan misalnya melihat sifat struktur kelas yang berubah seiring waktu, bagaimana hubungan antara ekonomi dan budaya telah berevolusi selama berabad-abad, atau betapa terbatasnya akses ke hak dan sumber daya di masa lalu terus berdampak pada orang-orang yang secara historis terpinggirkan sekarang.

Sifat Pemberdayaan dari Perspektif Sosiologis

Mills percaya bahwa imajinasi sosiologis dapat memberdayakan orang untuk membuat perubahan dalam kehidupan mereka dan di masyarakat karena itu memungkinkan kita untuk melihat bahwa apa yang sering kita anggap sebagai “masalah pribadi,” seperti tidak menghasilkan cukup uang untuk menghidupi diri kita sendiri atau keluarga kita , sebenarnya “masalah publik ”masalah yang muncul dalam masyarakat dan merupakan produk dari kekurangan dalam struktur sosial, seperti tingkat upah minimum yang tidak memadai.

Sifat yang menguatkan dari imajinasi sosiologis menunjuk pada aspek fundamental yang penting lainnya dari perspektif sosiologis: bahwa masyarakat dan semua yang terjadi di dalamnya dibuat oleh orang-orang. Masyarakat adalah produk sosial, dan dengan demikian strukturnya, kelembagaannya, norma-norma, cara hidup, dan masalahnya dapat berubah. Sama seperti struktur dan kekuatan sosial yang bertindak atas kita dan membentuk hidup kita, kita bertindak atas mereka dengan pilihan dan tindakan kita.