Pengertian Psikiatri dan Sejarah Ilmu Psikiatri

Pengertian PsikiatriPsikiatri adalah cabang kedokteran yang berkaitan dengan studi, diagnosis, dan perawatan penyakit mental. Kata psikiatri berasal dari dua kata Yunani yang berarti “penyembuhan pikiran.” Mereka yang berlatih psikiatri disebut psikiater. Selain lulus dari sekolah kedokteran, dokter-dokter ini memiliki pendidikan pascasarjana dalam diagnosis dan perawatan perilaku mental yang dianggap abnormal.

Psikiater cenderung memandang gangguan mental sebagai penyakit dan bisa meresepkan obat untuk mengobati gangguan itu. Perawatan medis lain yang kadang-kadang digunakan oleh psikiater termasuk operasi (meskipun jarang) dan terapi kejut listrik.

Banyak psikiater menggunakan psikoanalisis tetapi tidak semua menggunakannya, yaitu suatu sistem terapi berbicara berdasarkan teori psikiater Austria Sigmund Freud (1856–1939). Freud percaya bahwa penyakit mental terjadi ketika pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan ditekan (dihalangi) karena begitu menyakitkan. Psikoanalis berusaha menyembuhkan pasien dengan meminta mereka memulihkan pikiran yang tertekan ini dengan berbicara dengan bebas sampai tema atau masalah yang berkaitan dengan konflik yang mengganggu muncul, yang kemudian ditangani. Psikoanalisis sering melibatkan sesi yang berlangsung selama bertahun-tahun. Banyak psikiater menggunakan sejumlah jenis psikoterapi selain psikoanalisis dan obat resep untuk membuat rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Pengertian Psikiatri
Pengertian Psikiatri

Sejarah psikiatri

Orang Yunani kuno percaya bahwa orang-orang yang sakit mental memiliki ketidakseimbangan unsur-unsur (air, bumi, udara, dan api) dan humor (cairan tubuh berupa darah, dahak, empedu hitam, dan empedu kuning). Di Eropa selama Abad Pertengahan (400–1450), kebanyakan orang berpikir bahwa penyakit mental disebabkan oleh kerasukan setan dan dapat disembuhkan dengan pengusiran setan. Pada tahun 1700-an, dokter Prancis Philippe Pinel (1745–1826) menjadi yang pertama yang mendorong perawatan manusiawi untuk orang yang sakit mental.

Pada akhir tahun 1800-an, dokter mulai mengambil pendekatan yang lebih ilmiah untuk studi dan pengobatan penyakit mental. Psikiater Jerman Emil Kraepelin (1856–1926) telah mulai membuat pengamatan tertulis yang terperinci tentang bagaimana gangguan mental pasiennya muncul dan juga sejarah keluarga mereka. Freud mulai mengembangkan metodenya menggunakan teknik psikoanalisis dari asosiasi bebas dan interpretasi mimpi untuk melacak perilaku pasiennya  yang disembunyikan. Yang lain bekerja untuk mengklasifikasikan jenis perilaku abnormal sehingga dokter dapat mendiagnosis pasien secara akurat.

Psikiatri masa kini telah menjadi lebih terspesialisasi. Psikiater sering fokus pada perawatan kelompok orang tertentu, seperti anak-anak dan remaja, penjahat, wanita, dan orang tua.

Peneliti ilmiah pada abad kedua puluh telah mengkonfirmasi bahwa banyak gangguan mental memiliki penyebab biologis. Gangguan tersebut dapat diobati secara efektif dengan obat-obatan psikiatris yang masuk dalam empat kategori: antipsikotik (obat penenang yang digunakan untuk melawan psikosis, atau gangguan mental yang ditandai dengan hilangnya kontak dengan kenyataan), antidepresan, penstabil suasana hati, dan obat anti kecemasan.

Apa Perbedaan Antara Seorang Psikiater dan Psikolog?

Seorang psikiater adalah seorang dokter medis (menyelesaikan sekolah kedokteran dan residensi) dengan pelatihan khusus dalam psikiatri. Seorang psikiater dapat melakukan psikoterapi dan meresepkan obat-obatan dan perawatan medis lainnya.

Seorang psikolog biasanya memiliki gelar lanjutan, paling umum dalam psikologi klinis, dan sering memiliki pelatihan ekstensif dalam penelitian atau praktik klinis. Psikolog mengobati gangguan mental dengan psikoterapi dan beberapa mengkhususkan diri dalam pengujian dan evaluasi psikologis.

Next Post

Pengertian Radioaktivitas (Radioaktivitas Alami dan Radioaktivitas Sintetis)

Pengertian Radioaktivitas – Radioaktivitas adalah emisi radiasi oleh inti yang tidak stabil. Radiasi itu mungkin ada dalam bentuk partikel subatom (terutama partikel alfa dan beta) atau dalam bentuk energi (terutama sinar gama). Radioaktivitas ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1896 oleh fisikawan Perancis Henri Becquerel (1852–1908). Dalam beberapa dekade setelah penemuan Becquerel, penelitian tentang […]
Sinar Radioaktivitas
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan Kembali