Pengertian Radiologi dan Manfaat Radiologi

Pengertian Radiologi – Radiologi adalah cabang ilmu kedokteran di mana berbagai bentuk energi radiasi digunakan untuk mendiagnosis dan mengobati gangguan dan penyakit. Selama hampir 80 tahun, radiologi didasarkan pada penggunaan sinar X. Namun sejak tahun 1970-an, beberapa teknik pencitraan baru telah dikembangkan. Beberapa tehnik seperti computed tomography, memanfaatkan sinar-X bersama dengan teknologi lain, seperti teknologi komputer. Lainnya, seperti ultrasonik dan pencitraan resonansi magnetik, menggunakan bentuk energi radiasi selain sinar X.

Energi radiasi

Istilah energi radiasi mengacu pada segala bentuk energi elektromagnetik, seperti sinar kosmik, sinar gama, sinar X, radiasi inframerah, cahaya tampak, radiasi ultraviolet, radar, gelombang radio, dan gelombang mikro. Bentuk-bentuk energi ini dikelompokkan bersama karena semuanya bergerak melalui gelombang. Gelombang ini berbeda satu sama lain hanya dalam frekuensinya (berapa kali per detik gelombang bergetar) dan panjang gelombang (jarak antara dua puncak dalam gelombang apa pun).

Istilah

Angiografi: Pencitraan pembuluh darah dengan menyuntikkan zat radiopak dalam aliran darah dan memaparkan tubuh pada sinar X.

Computerized axial tomography (CAT): Teknik pencitraan tubuh di mana foto-foto sinar-X yang diambil dari sejumlah sudut dikombinasikan dengan program komputer.

Radiasi elektromagnetik: Radiasi yang mentransmisikan energi melalui interaksi listrik dan magnet.

Tomografi emisi positron: Sebuah pencitraan radiologis teknik yang menggunakan foto-foto yang dihasilkan oleh radiasi yang dilepaskan oleh bahan radioaktif disuntikkan ke tubuh seseorang.

Energi radiasi: Segala bentuk energi elektromagnetik.

Terapi radiasi: Penggunaan sinar X atau zat radioaktif lainnya untuk mengobati penyakit.

Ultrasound: Suatu bentuk energi yang terdiri dari gelombang yang bergerak dengan frekuensi lebih tinggi daripada yang dapat didengar oleh manusia, juga teknik untuk pencitraan tubuh manusia dan benda-benda lain menggunakan energi ultrasound.

Sinar X: Radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang lebih pendek dari radiasi ultraviolet tetapi lebih panjang dari sinar gama yang dapat menembus zat padat

Berbagai bentuk energi radiasi berinteraksi dengan materi dengan cara yang berbeda. Misalnya, cahaya tampak tidak melewati sebagian besar bentuk materi. Jika Anda memegang selembar kertas di antara Anda dan teman, Anda tidak akan dapat melihat teman Anda. Gelombang cahaya dari teman tidak bisa melewati kertas.

Bentuk energi radiasi dengan frekuensi lebih tinggi dari cahaya tampak mampu menembus materi lebih baik daripada cahaya tampak. Misalnya, jika Anda meletakkan selembar kertas di antara Anda dan mesin sinar-X, sinar X akan dapat melewati kertas dan mengenai tubuh Anda.

Sinar-X untuk diagnosis

Foto tulang manusia dengan menggunakan sinar X
Foto tulang manusia dengan menggunakan sinar X

Kemampuan sinar X untuk melewati materi menjadikannya berguna sebagai alat diagnostik untuk mengidentifikasi penyakit atau gangguan. Sebagai contoh, anggaplah seorang dokter percaya bahwa seorang anak telah patah tulang di lengannya. Untuk memastikan diagnosis ini, dokter dapat mengambil rontgen lengan anak. Dalam proses ini, lengan anak ditempatkan di bawah mesin yang memancarkan sinar X. Sinar-X itu menembus daging di lengan tanpa berhenti. Tetapi sinar X tidak mampu melewati tulang dengan mudah. Sebuah piring foto yang diletakkan di bawah lengan anak “mengambil gambar” sinar X yang telah melewati lengan. Bagian-bagian lengan yang berdaging muncul sebagai area yang terbuka, sementara tulang muncul sebagai area yang tidak terpapar. Seorang dokter dapat melihat foto yang dihasilkan dan menentukan apakah tulang itu masih baik atau sudah patah. Membuat gambar bagian dalam tubuh seseorang dengan proses seperti ini dikenal sebagai pencitraan.

Selama bertahun-tahun, ahli radiologi telah mengembangkan cara yang lebih canggih dalam menggunakan sinar X untuk diagnosis. Sebagai contoh, daerah tubuh di mana jaringan lebih padat daripada di daerah lain dapat dideteksi oleh pencitraan sinar-X. Kehadiran bintik padat seperti itu dapat menunjukkan adanya tumor atau struktur abnormal lainnya.

Ahli radiologi juga menggunakan zat-zat yang tidak bisa dilewati oleh sinar X, zat yang disebut radiopak. Misalkan zat radiopak disuntikkan ke dalam aliran darah seseorang dan sinar X dibuat dari lengan orang tersebut. Proses ini dikenal sebagai angiografi. Zat radiopak dalam aliran darah akan muncul pada foto sinar-X dan memungkinkan dokter untuk menentukan adanya kelainan pada pembuluh darah, arteri, atau bagian lain dari sistem peredaran darah.

Bentuk lain dari angiografi disebut myelography. Dalam proses ini, zat radiopak diinjeksikan ke dalam membran yang menutupi tulang belakang, dan foto sinar-X diambil. Gambar yang dihasilkan dapat digunakan untuk mendiagnosis masalah dengan tulang belakang.

Komputer dan radiologi

Dalam beberapa dekade terakhir, ahli radiologi telah mengembangkan berbagai teknik di mana kekuatan sinar X dan komputer telah disatukan. Teknik yang paling awal adalah computerized axial tomography (CAT). Dalam CAT, mesin sinar-X diputar di sekitar tubuh seseorang. Gambar diambil dari beberapa bagian tubuh tertentu dari berbagai sudut. Gambar-gambar itu kemudian disatukan oleh komputer untuk memberikan gambar tiga dimensi dari bagian tubuh yang sedang dipelajari.

computerized axial tomography
computerized axial tomography

Variasi dari teknik CAT dikenal sebagai positron emission tomography (PET). Dalam teknik ini, bahan radioaktif disuntikkan ke tubuh seseorang. Bahan radioaktif itu memancarkan positron (elektron positif) dan sinar gama. Pemindai “membaca” sinar gama dengan cara yang hampir sama dengan pemindaian sinar X dalam mesin CAT. Namun, bahan radioaktif spesifik yang digunakan dalam proses dapat dipilih untuk menghasilkan gambar yang jauh lebih baik daripada yang tersedia dengan pemindaian CAT.

Salah satu teknik pertama yang digunakan dalam radiologi yang tidak didasarkan pada sinar X adalah USG. USG adalah bentuk energi yang terdiri dari gelombang yang bergerak dengan frekuensi lebih tinggi daripada yang bisa didengar oleh manusia. Ultrasound memiliki beberapa kemampuan yang sama untuk melewati jaringan manusia seperti halnya sinar X. Salah satu penggunaan USG pertama adalah untuk mendeteksi cacat pada struktur logam. Kemudian, menjadi alat umum dan kuat untuk pencitraan janin saat masih dalam kandungan (rahim). Dalam prosedur ini, pemancar suara digunakan untuk mengirim gelombang ke tubuh wanita hamil dari berbagai sudut. Ketika gelombang-gelombang ini memantul dari rahim dan janin, gelombang-gelombang itu direkam di layar televisi dan di sebuah foto.

Aplikasi terapi

Teknik radiologi juga dapat digunakan untuk tujuan terapeutik, metode yang digunakan untuk mengobati penyakit dan gangguan. Penggunaan radiologi untuk terapi tergantung pada kenyataan bahwa sinar-X membunuh sel-sel hidup. Dalam keadaan normal, fakta ini memberikan alasan yang baik bagi orang untuk menghindari kontak dengan sinar X. Penghancuran sel-sel sehat oleh sinar X adalah salah satu cara di mana kanker dapat berkembang.

Namun, fakta yang sama ini memberikan dasar untuk mengobati kanker. Kanker adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang cepat dan tidak terkendali. Misalkan seseorang telah didiagnosis menderita kanker limpa, misalnya. Diagnosis itu berarti bahwa sel-sel dalam limpa telah mulai tumbuh jauh lebih cepat daripada normal. Oleh karena itu salah satu cara untuk mengobati kondisi ini adalah dengan membombardir limpa dengan sinar X. Karena sel-sel kanker adalah sel-sel yang tumbuh paling cepat, mereka kemungkinan besar adalah sel-sel yang terbunuh oleh sinar-X. Fakta bahwa sel-sel sehat juga terbunuh dalam proses ini ditunjukkan oleh efek samping dari terapi radiasi seperti rambut rontok, mual dan kehilangan berat badan. Faktanya, keberhasilan terapi radiasi tergantung pada tingkat tertentu pada dokter.

Next Post

Pengertian Hutan Hujan dalam Biologi

Pengertian Hutan Hujan – Hutan hujan adalah ekosistem yang ditandai dengan curah hujan tahunan yang tinggi dan banyak pohon besar serta umumnya sangat tua. (Suatu ekosistem adalah komunitas ekologis, atau tanaman, hewan, dan mikroorganisme di suatu wilayah yang dipertimbangkan bersama dengan lingkungannya.) Hutan hujan dapat ditemukan di daerah beriklim tropis dan sedang. (Daerah beriklim sedang memiliki […]
Hutan hujan Indonesia
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan Kembali