Pengertian Teori Kultivasi dan Contoh Teori Kultivasi

Pengertian Teori Kultivasi
Pengertian Teori Kultivasi

Pengertian Teori KultivasiTeori kultivasi mengusulkan bahwa paparan berulang terhadap media dari waktu ke waktu memengaruhi persepsi realitas sosial. Berasal oleh George Gerbner pada tahun 1960-an, teori ini paling sering diterapkan pada menonton televisi dan menunjukkan bahwa persepsi pemirsa televisi yang sering tentang dunia nyata menjadi reflektif dari pesan yang paling umum dikemukakan oleh televisi fiksi.

  • Teori kultivasi menunjukkan bahwa paparan berulang terhadap media memengaruhi kepercayaan tentang dunia nyata dari waktu ke waktu.
  • George Gerbner memulai teori kultivasi pada 1960-an sebagai bagian dari proyek indikator budaya yang lebih besar.
  • Teori kultivasi sebagian besar telah digunakan dalam studi televisi, tetapi penelitian yang lebih baru telah berfokus pada media lain juga.

Definisi Teori Kultivasi  dan Asal-usulnya

Gerbner mengusulkan bahwa seiring waktu, pemaparan berulang terhadap media menumbuhkan kepercayaan bahwa pesan yang disampaikan oleh media berlaku untuk dunia nyata. Karena persepsi orang dibentuk oleh ekspos media, kepercayaan, nilai, dan sikap mereka juga dibentuk.

Ketika Gerbner awalnya memahami teori kultivasi, itu adalah bagian dari proyek “indikator budaya ” yang lebih luas. Proyek ini menunjuk ke tiga bidang analisis: analisis proses kelembagaan, yang mengeksplorasi bagaimana pesan media dirumuskan dan didistribusikan; analisis sistem pesan, yang mengeksplorasi apa yang disampaikan pesan-pesan itu secara keseluruhan; dan analisis kultivasi, yang mengeksplorasi bagaimana pesan media berdampak pada cara konsumen terhadap pesan media memandang dunia nyata.

Studi Gerbner secara khusus didedikasikan untuk dampak televisi pada pemirsa. Gerbner percaya bahwa televisi adalah media mendongeng yang dominan di masyarakat. Gerbner melihat televisi sebagai sumber untuk pesan dan informasi yang paling banyak dibagikan dalam sejarah. Bahkan ketika opsi saluran dan sistem pengiriman diperluas, Gerbner bersikeras bahwa konten televisi terkonsentrasi ke dalam serangkaian pesan yang konsisten. Dia mengusulkan agar televisi membatasi pilihan karena, sebagai media massa, televisi harus menarik minat khalayak luas dan beragam.

Seperti yang diasumsikan oleh asumsinya tentang televisi, Gerbner tidak tertarik pada dampak dari satu pesan atau persepsi pemirsa terhadap pesan-pesan itu. Dia ingin memahami bagaimana pola luas pesan televisi berdampak pada pengetahuan publik dan memengaruhi persepsi kolektif.

Pengarusutamaan dan Resonansi

Ketika teori kultivasi menjadi lebih mapan, Gerbner dan rekan-rekannya memperbaikinya untuk lebih menjelaskan pengaruh media dengan menambahkan ide-ide pengarusutamaan dan resonansi pada 1970-an. Pengarusutamaan terjadi ketika pemirsa televisi berat yang sebaliknya memiliki pandangan yang sangat berbeda mengembangkan pandangan dunia yang homogen. Dengan kata lain, sikap para pemirsa yang berbeda ini semuanya memiliki perspektif umum yang mereka kembangkan melalui paparan yang sering terhadap pesan televisi yang sama.

Sementara itu, resonansi terjadi ketika sebuah pesan media sangat penting bagi seorang individu entah bagaimana bertepatan dengan pengalaman hidup pemirsa. Ini memberikan dosis ganda dari pesan yang disampaikan di televisi. Misalnya, pesan-pesan televisi tentang kekerasan cenderung beresonansi dengan seseorang yang tinggal di kota dengan tingkat kejahatan tinggi. Antara pesan televisi dan tingkat kejahatan kehidupan nyata, efek kultivasi akan diperkuat, meningkatkan keyakinan bahwa dunia adalah tempat yang kejam dan menakutkan.

Pengertian Teori Kultivasi
Pengertian Teori Kultivasi

Penelitian

Studi telah memasukkan dampak media pada persepsi keluarga, peran seks, seksualitas, penuaan, kesehatan mental, lingkungan, sains, minoritas, dan banyak bidang lainnya.

Sebagai contoh, satu studi baru-baru ini mengeksplorasi cara pemirsa berat dari acara TV 16 and Pregnant and Teen Mom memandang orangtua sebagai remaja. Para peneliti menemukan bahwa meskipun para pembuat acara meyakini bahwa program-program itu akan membantu mencegah kehamilan remaja, persepsi para pemirsa sangat berbeda. Para pemirsa acara ini percaya bahwa para ibu remaja memiliki “kualitas hidup yang patut ditiru, penghasilan tinggi, dan melibatkan ayah.”

Studi lain menemukan bahwa televisi memupuk materialisme dan, sebagai hasilnya, orang yang menonton lebih banyak TV kurang peduli terhadap lingkungan. Sementara itu, studi ketiga menemukan bahwa menonton televisi secara umum menumbuhkan skeptisisme tentang sains. Namun, karena sains kadang-kadang juga digambarkan sebagai obat penyembuh segalanya di televisi, persepsi yang saling bersaing tentang sains sebagai hal yang menjanjikan juga terjadi

Ulasan

Terlepas dari popularitas teori kultivasi di kalangan peneliti dan bukti penelitian yang mendukung teori tersebut, kultivasi telah dikritik karena beberapa alasan. Misalnya, beberapa pakar media mempermasalahkan kultivasi karena memperlakukan konsumen media secara pasif.

Selain itu, penelitian kultivasi oleh Gerbner dan rekan-rekannya dikritik karena melihat televisi secara agregat tanpa khawatir tentang perbedaan antara berbagai genre atau pertunjukan. Fokus tunggal ini datang dari perhatian kultivasi dengan pola pesan di televisi dan bukan pesan individu dari genre atau acara tertentu. Meskipun demikian, baru-baru ini beberapa peneliti telah menyelidiki cara genre tertentu mempengaruhi pemirsa berat.

About Azhar Al Munawwarah S.Pd M.Pd 443 Articles
Seorang Guru dan Dosen. Aktif melakukan riset di bidang pendidikan dan fisika. Lulusan sarjana pendidikan Universitas Negeri Makassar dan magister Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Artikel dalam website ini valid dan dapat dipercaya kebenarannya.