Pengertian Warna Dasar

Pengertian Warna dalam Ilmu Sains

Pengertian Warna – Warna adalah sifat cahaya yang tergantung pada frekuensi gelombang cahaya. Frekuensi didefinisikan sebagai jumlah segmen gelombang yang melewati titik tertentu setiap detik. Dalam kebanyakan kasus, ketika orang berbicara tentang cahaya, mereka merujuk pada cahaya putih. Contoh terbaik cahaya putih adalah sinar matahari yaitu cahaya yang berasal dari Matahari.

Cahaya adalah bentuk radiasi elektromagnetik yaitu bentuk energi yang dibawa oleh gelombang. Istilah “radiasi elektromagnetik” mengacu pada sejumlah besar gelombang energi, termasuk sinar gamma, sinar X, sinar ultraviolet, cahaya tampak, radiasi inframerah, gelombang mikro, dan gelombang radio. Dari semua bentuk ini, hanya satu yang dapat dideteksi oleh mata manusia yaitu cahaya tampak.

Cahaya dan warna putih

Cahaya putih (seperti sinar matahari) dan warna terkait erat. Sepotong kaca atau kristal dapat menyebabkan seberkas sinar matahari terpecah menjadi pelangi. Istilah teknis untuk pelangi adalah spektrum. Warna-warna dalam spektrum berkisar dari ungu tua hingga merah cemerlang. Salah satu cara untuk mengingat warna spektrum adalah dengan perangkat mnemonik (petunjuk memori) Me Ji Ku Hi Bi Ni U, yang merupakan singkatan dari Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, dan Ungu.

Fisikawan Inggris Isaac Newton (1642-1727) adalah orang pertama yang mempelajari hubungan antara cahaya putih dan warna. Newton menyebabkan seberkas cahaya putih jatuh pada kaca prisma dan menemukan bahwa cahaya putih dipecah menjadi spektrum. Dia kemudian menempatkan prisma kedua di depan yang pertama dan menemukan bahwa warna dapat disatukan kembali menjadi sinar cahaya putih. Pelangi adalah ilustrasi yang terjadi secara alami dari eksperimen Newton. Tetesan air hujan kecil yang menyebabkan sinar matahari memecah menjadi spektrum warna, spektrum ini yang kita sebut pelangi.

Warna dan panjang gelombang

Kata “warna” sebenarnya mengacu pada cahaya warna tertentu, seperti cahaya merah, cahaya kuning, atau cahaya biru. Warna sinar tergantung hanya pada satu faktor yaitu panjang gelombang cahaya. Panjang gelombang didefinisikan sebagai jarak antara dua bagian yang persis sama dari gelombang yang diberikan.

Warna merah terdiri dari gelombang cahaya dengan panjang gelombangnya sekitar 700 nanometer (nanometer = sepersejuta meter), cahaya kuning memiliki panjang gelombang sekitar 550 nanometer, dan cahaya biru memiliki panjang gelombang sekitar 450 nanometer. Tetapi panjang gelombang cahaya berwarna tidak terbatas pada rentang tertentu. Sebagai contoh, gelombang yang memiliki panjang gelombang 600, 625, 650, dan 675 nanometer akan memiliki warna oranye, merah oranye, oranye kemerahan, dan, akhirnya, warna merah.

Istilah untuk diketahui

Warna: Sifat cahaya yang ditentukan oleh panjang gelombangnya.

Pewarna: Zat kimia seperti tinta, cat, krayon, atau kapur yang memberi warna pada bahan.

Warna komplementer: Dua warna yang bila dicampur satu sama lain menghasilkan cahaya putih.

Radiasi elektromagnetik: Suatu bentuk energi yang dibawa oleh gelombang.

Frekuensi: Jumlah segmen dalam gelombang yang melewati titik tertentu setiap detik.

Abu-abu: Warna yang dihasilkan dengan mencampur putih dan hitam.

Cahaya: Suatu bentuk energi yang bergerak dalam gelombang.

Nanometer: Satuan panjang ini sama dengan sepersejuta meter.

Pigmen: Zat yang menampilkan warna karena panjang gelombang cahaya yang dipantulkannya.

Warna primer: Warna-warna itu, ketika dicampur satu sama lain, menghasilkan cahaya putih.

Spektrum: Pita warna yang terbentuk ketika cahaya putih dilewatkan melalui prisma.

Panjang gelombang: Jarak antara dua bagian gelombang yang persis sama.

Pengertian Warna Dasar
Pengertian Warna Dasar

Warna benda

Cahaya dapat dilihat hanya ketika dipantulkan oleh objek. Misalnya, ketika Anda melihat ke seberang lapangan, Anda tidak dapat melihat berkas cahaya melewati udara, tetapi Anda dapat melihat hijaunya pepohonan, pagar coklat, dan kelopak bunga kuning karena cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda ini.

Untuk memahami bagaimana objek menghasilkan warna, bayangkan objek yang memantulkan semua panjang gelombang cahaya secara merata. Ketika cahaya putih menyinari objek itu, semua bagian spektrum dipantulkan secara merata. Warna objek adalah putih. (Putih umumnya tidak dianggap sebagai warna tetapi sebagai kombinasi dari semua warna yang dicampur bersama.)

Sekarang bayangkan sebuah objek menyerap (menyerap) semua panjang gelombang cahaya yang menghantamnya. Artinya, tidak ada bagian spektrum yang dipantulkan. Objek ini berwarna hitam, sebuah kata yang digunakan untuk menggambarkan objek yang tidak memantulkan radiasi.

Terakhir, bayangkan sebuah objek yang memantulkan cahaya dengan panjang gelombang sekitar 500 nanometer. Objek seperti itu akan menyerap semua panjang gelombang cahaya kecuali yang mendekati 500 nanometer. Tidak mungkin untuk melihat warna merah (700 nanometer), cahaya ungu (400 nanometer), atau cahaya biru (450 nanometer) karena bagian-bagian spektrum tersebut semuanya diserap oleh objek. Satu-satunya cahaya yang dipantulkan dan satu-satunya warna yang bisa dilihat adalah hijau, yang memiliki panjang gelombang sekitar 500 nanometer.

Warna primer dan komplementer

Cahaya putih dapat dihasilkan dengan menggabungkan semua warna spektrum sekaligus, seperti yang ditemukan Newton. Namun, juga dimungkinkan untuk membuat cahaya putih dengan menggabungkan hanya tiga warna dalam spektrum yaitu merah, hijau, dan biru. Karena alasan ini, ketiga warna cahaya ini dikenal sebagai warna primer. Selain cahaya putih, semua warna spektrum dapat diproduksi dengan pencampuran warna primer yang sesuai. Misalnya, cahaya merah dan hijau akan bergabung membentuk kuning.

Dimungkinkan juga untuk membuat cahaya putih dengan menggabungkan hanya dua warna, meskipun dua warna ini bukan warna primer. Sebagai contoh, kombinasi dari cahaya kebiru-biruan dan cahaya kuning membentuk cahaya putih. Dua warna yang menghasilkan cahaya putih, seperti ungu-kebiru-biruan dan kuning, dikenal sebagai warna pelengkap.

Pigmen

Sebuah pigmen adalah zat yang hanya memantulkan panjang gelombang tertentu dari cahaya. Sebenarnya, tidak ada yang namanya pigmen putih karena zat seperti itu akan memantulkan semua panjang gelombang cahaya. Pigmen merah adalah salah satu yang memantulkan cahaya dengan panjang gelombang sekitar 700 nanometer, pigmen biru adalah salah satu yang memantulkan cahaya dengan panjang gelombang sekitar 450 nanometer.

Aturan untuk menggabungkan warna pigmen berbeda akan menghasilkan warna baru. Misalnya, menggabungkan cat kuning dan cat biru menghasilkan cat hijau. Menggabungkan cat merah dengan cat kuning menghasilkan cat oranye. Dan menggabungkan ketiga warna utama cat kuning, biru, dan merah menghasilkan cat hitam.

Fenomena warna lainnya

Efek warna terjadi dalam berbagai situasi di dunia. Misalnya, warna-warna yang berputar-putar dalam gelembung sabun dihasilkan oleh gangguan, suatu proses di mana cahaya dipantulkan dari dua permukaan yang berbeda yang sangat dekat satu sama lain. Gelembung sabun terbuat dari lapisan sabun yang sangat tipis, permukaan dalam dan luar berjarak kurang dari satu milimeter dari satu sama lain. Ketika cahaya mengenai gelembung, maka, akan dipantulkan dari permukaan luar dan dari permukaan dalam gelembung. Kedua cahaya yang dipantulkan saling mengganggu satu sama lain sedemikian rupa sehingga beberapa panjang gelombang cahaya diperkuat, sementara yang lain dibatalkan. Dengan mekanisme inilah warna-warna gelembung sabun dihasilkan.