Ayam mengalami gejala sayap terluka, kaki mengejang, leher membengkok, kepala terlihat berputar-putar,dan lumpuh Penyakit apakah itu? No ratings yet.

Diposting pada

Ayam mengalami gejala sayap terluka, kaki mengejang, leher membengkok, kepala terlihat berputar-putar, dan lumpuh. Penyakit apakah itu? – Pertanyaan ini berhubungan dengan gejala yang terjadi pada unggas khususnya ayam yang mengalami gejala tertentu, dan yang menyebabkannya. Pembahasannya sebagaimana kami jelaskan di bawah ini.

Pertanyaan?

Ayam mengalami gejala sayap terluka, kaki mengejang, leher membengkok, kepala terlihat berputar-putar,dan lumpuh Penyakit apakah itu?

Jawaban:

Gejala ini disebabkan oleh VIRUS ND

Perlu diingat, angka kematian unggas yang disebabkan penyakit ND mencapai 90-100 %. Artinya, sebagian besar unggas yang terserang akan mengalami kematian.

Sejauh ini belum ada obat yang efektif untuk penyakit ini. Satu-satunya tindakan yang bisa dilakukan adalah pencegahan, khususnya melalui vaksinasi ND.

Tetelo bisa menyerang pada ayam, burung, atau unggas lain yang berusia muda maupun dewasa. Virus ND termasuk dalam genus Rubulavirus, dari keluarga Paramyxiviridae. Kalau saya menyebut angka kematian mencapai 90-100%, berarti unggas yang terserang masih ada kemungkinan (meski sangat kecil) untuk hidup. Namun mereka tidak sembuh total, karena masih membawa (carier) virus tersebut. Jadi, lebih baik dimusnahkan.

Unggas-unggas terserang bisa selamat, karena tidak semua virus ND bersifat ganas. Secara umum ada 3 tingkatan keganasan virus ND, yaitu :

  • Vilogenik (sangat ganas)
  • Mesogenik (sedang)
  • Lentogenik (ringan)

Tingkatan itu ditentukan berdasarkan rentang waktu antara awal serangan hingga kematian unggas. Selain ketiga tingkatan tersebut, ada juga virus ND avirulent yang tidak menimbulkan gejala apapun pada unggas, namun tiba-tiba saja langsung mati.

Ayam mengalami gejala sayap terluka, kaki mengejang, leher membengkok, kepala terlihat berputar-putar,dan lumpuh Penyakit apakah itu
KEPALA MEMUTAR CIRI KHAS AYAM TERKENA TETELO | MASTERIPA.COM

Gejala klinis

  • Awalnya, unggas terlihat malas dan duduk melulu.
  • Matanya sering mengeluarkan air.
  • Pipi dan tenggorokan padat atau membengkak.
  • Unggas selalu mengantuk.
  • Dalam rongga mulut dan tekat terdapat lendir yang liat dan pekat, sehingga unggas susah bernafas atau nafasnya terengah-engah.
  • Unggas sering bersin dan berdehem.
  • Terkadang terjadi pembengkakan di bawah mata (sinusitis).
  • Leher mulai merenggang, dan paruh sering terbuka (menganga).
  • Pada ayam, jengger dan cuping telinga terkadang berwarna merah keunguan hingga lembayung tua.
Baca:  Pengertian Glikogen, Strukturnya, dan Fungsi Glikogen

Beberapa hari kemudian, tergantung tingkat keganasan virusnya, muncul gangguan saraf dengan gejala sayap terkulai, kaki mengejang, leher membengkok, kepala terlihat berputar-putar, lumpuh, dan akhirnya mati.

Khusus unggas dewasa, produksi telur akan menurun drastis dan akhirnya berhenti bertelur.

Tambahan Jawaban

Penularan virus ND bisa terjadi melalui kontak antara unggas sehat dengan unggas sakit, atau antara unggas sehat dan bangkai unggas yang terinfeksi ND. Ketika unggasbyang terinfeksi ND masih memiliki nafsu makan, kemudian paruhnya masuk ke wadah pakan atau air minum, maka pakan / air minum itu pun sudah terinfeksi virus ND.

Demikian juga ketika unggas terinfeksi mengusap paruhnya ke tenggeran, atau dinding kandang. Maka ketika unggas sehat menyentuh pakan, air minum, tenggeran, atau dinding kandang, penularan virus ND sangat mungkin terjadi.

UNGGAS MUDA RENTAN TERKENA ND/TETELO
UNGGAS MUDA RENTAN TERKENA TETELO

Kotoran unggas yang terinfeksi juga menjadi media penularan virus ND, baik diinjak langsung oleh unggas yang sehat maupun terbawa angin.

Melihat model penularan di atas, maka jika menjumpai seekor unggas dengan gejala seperti itu, singkirkan segera ke kandang karantina, atau kalau tega dibakar saja, karena tidak mungkin bisa disembuhkan. Jika terserang virus dengan tingkatan rendah pun, unggas yang diobati sebenarnya tidak sembuh total, karena masih bersifat carier atau pembawa virus ND yang tetap membahayakan unggas yang masih sehat.

Selain itu menjaga kebersihan kandang dan peralatan di dalamnya (wadah pakan / air minum, tenggeran, dll) harus menjadi budaya baru di kalangan peternak ayam, penangkar burung, maupun pemelihara unggas lainnya.

Bagaimana Artikel Kami?

Gambar Gravatar
Seorang Guru dan Dosen. Aktif melakukan riset di bidang pendidikan dan fisika. Lulusan sarjana pendidikan Universitas Negeri Makassar dan magister Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Artikel dalam website ini valid dan dapat dipercaya kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *