Penyebab Berkurangnya Keanekaragaman Hayati 2

Penyebab Berkurangnya Keanekaragaman Hayati

Penyebab dari Berkurangnya Keanekaragaman Hayati – Keanekaragaman hayati di Indonesia mengalami pengurangan terusmenerus hingga berada pada tingkat yang mencemaskan, yaitu kepunahan. Dalam catatan sejarah ditunjukkan bahwa ada organisme yang pernah hidup, tetapi sudah punah karena eksploitasi besar-besaran. Keberadaan organisme itu mestinya mempunyai peranan sebagai sumber daya hayati di zamannya.

Demikian juga di masa sekarang, manusia dengan tamaknya mengonsumsi sumber-sumber daya hayati dan bukan tidak mungkin pada suatu saat nanti ada organisme atau populasi yang hilang dari permukaan bumi. Berkurangnya keanekaragaman hayati menunjukkan ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia dan kapasitas alam. Beberapa penyebab hilangnya atau berkurangnya keanekaragaman hayati dapat dijelaskan sebagai berikut.

Hilangnya Keanekaragaman Hayati di Indonesia

1. Karena Bencana Alam


Gunung berapi meletus, material letusan gunung berapi dapat menimbun sejumlah makhluk hidup tertentu. Kebakaran hutan juga dapat menyebabkan peristiwa menghilangkan sejumlah makhluk hidup. Bencana alam tidak dapat dielakkan oleh manusia sehingga yang dapat diharapkan adalah terjadinya suksesi

Penyebab Berkurangnya Keanekaragaman Hayati 3

2. Karena Bencana oleh Manusia

a. Eksploitasi berlebihan pada spesies hewan dan tumbuhan

Penangkapan hewan (perburuan) secara liar dan tak terbatas serta penangkapan karena kebutuhan pangan dan ketamakan manusia. Walaupun sekali berburu tidak semua spesies habis, tetapi jika penangkapan lebih besar dari kelahiran maka lambat laun hewan tersebut akan punah. Contoh harimau Jawa, badak Jawa, dan berbagai jenis burung dan mamalia lainnya terancam kepunahan di beberapa pulau di Indonesia.

Penangkapan ikan dengan menggunakan tuba/racun dan bahan peledak yang dilakukan oleh masyarakat lokal, dan terutama diaplikasikan pada perairan dangkal dan sempit tidak saja meracuni biota air, baik biota sasaran (ikan), namun juga hewan hewan non sasaran

Pada tumbuhan contohnya adalah anggrek (Phalaenopsis javanica) dan rotan (Ceratobilus glaucercens) adalah tumbuhan di dunia yang hanya memiliki beberapa individu di pantai selatan Jawa Barat. Jenis pakis haji (Cycas rhumphii) sudah jarang ditemukan. Hampir 36 jenis kayu telah terancam kepunahannya, seperti kayu ulin di Kalimantan, keruing (Dipterocarpus hasselti) di Jawa, sawo kecik di Jawa Timur, kayu eben di Sulawesi, tembesu (Fragrae fragran) di Sumatra telah jarang ditemukan.

b. Erosi nutfah

Erosi nutfah adalah terdesaknya tanaman lokal oleh bibit unggul dari luar. Masuknya bibit unggul dari luar menyebabkan jenis lokal yang dianggap tidak unggul tidak diusahakan lagi dan lambat laun akan hilang.

c. Berubahnya ekosistem

Ekosistem yang belum terjamah manusia makin menyusut, seiring dengan bertambahnya populasi manusia dan kebutuhan pangan. Hutan merupakan ekosistem yang dihuni oleh berbagai flora dan fauna. Di samping sebagai tempat mengambil makanan, hutan adalah tempat berlindung bagi hewan yang hidup di dalamnya. Jika hutan menjadi gundul, sebagian tumbuhan akan hilang karena sengaja diambil, hewan-hewan yang berlindung di sana akan mati karena tidak ada tempat berlindung dari faktor-faktor yang tidak menguntungkan. Penggundulan hutan akan mengubah ekosistem, mengubah rantai makanan, sekaligus mengganggu komponen pembentuk ekosistemnya.

d. Perubahan sistem pertanian

Para petani dahulunya menanam tanaman yang beraneka ragam, misalnya tanaman padi. Namun, sekarang keanekaragaman tersebut menurun dengan cepat disebabkan adanya program pemuliaan tanaman secara modern. Program pemuliaan tanaman meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakan varietas padi yang lebih sedikit. Selain itu penetapan sistem penanaman secara monokultur juga menyebabkan menurunnya keanekaragaman hayati di suatu daerah.

e. Pencemaran

Kegiatan manusia akan menghasilkan banyak perubahan terhadap lingkungan, seperti pencemaran. Zat-zat pencemar dapat mencemari ekosistem dan dapat mengeliminasi populasi atau spesies yang sensitif. Seperti mikroorganisme tanah banyak yang mati akibat pencemaran limbah logam berat dari industri, serta banyaknya tumbuhan dan hewan yang mati karena hujan asam.

1 thought on “Penyebab Berkurangnya Keanekaragaman Hayati”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *