Perbedaan Antara Penyakit Menular dan Tidak Menular

Penyakit menular adalah penyakit yang menyebar dari satu orang ke orang lain, penularan bisa melalui melalui angin, air atau mode langsung atau tidak langsung. Sebaliknya penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak menyebar dan tidak menular, tetapi disebabkan oleh alergi, penyakit lama, kelainan proliferasi sel, bawaan, kekurangan gizi dll.

Contoh penyakit menular adalah flu, tipus, AIDS, disentri sedangkan kanker, alergi, diabetes, stroke adalah contoh penyakit tidak menular. Kondisi tubuh atau pikiran yang tidak sehat disebut Penyakit yang memengaruhi fungsi jaringan, organ, dan seluruh tubuh. Sedangkan Infeksi didefinisikan sebagai invasi patogen, merugikan tubuh dan sel-selnya.

Tabel perbandingan

PENYAKIT MENULARPENYAKIT TIDAK MENULAR
PengertianPenyakit ini menyebar dari satu orang ke orang lain dan dapat menyebar melalui udara, air, dll.Penyakit yang tidak menyebar dari satu orang ke orang lain melalui mode apa pun.
PenyebabDisebabkan oleh patogen dan dianggap sangat menular dan vektor memainkan peran utama dalam menyebarkan penyakit dari satu orang ke orang lain.Disebabkan karena alergi, penyakit, kekurangan gizi atau kelainan dalam proliferasi sel, perubahan gaya hidup, juga lingkungan memainkan peran penting.
Penyebab infeksiBakteri dan virus.Tidak ada penyebab infeksi.
ContohTBC, AIDS, Tifoid, Kolera, Malaria.Kanker, Rakhitis, Alergi, Kwashiorkor, Diabetes, Penyakit jantung, dll.
WarisanPenyakit ini tidak dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi lainnya.Penyakit ini bisa diturunkan.
PengobatanDiperlakukan dengan metode konvensional.Diperlakukan secara konservatif atau pembedahan.
JenisAkut (berkembang dengan cepat).Kronis (berkembang perlahan dan berlangsung lama).
Tindakan pencegahan1. Kenakan masker dimanapun dibutuhkan.
2. Cuci tangan Anda setiap saat.
3. Hindari berbagi barang milik seseorang.
4. Tinggal jauh dari orang yang terinfeksi penyakit apa pun.
1. Harus pergi untuk pemeriksaan tubuh.
2. Melakukan diet yang benar.
3. Dengan melakukan olahraga setiap hari.
4. Tidur dan istirahatlah dengan benar.
Penyakit Menular dan Tidak Menular
Penyakit Menular dan Tidak Menular

Definisi Penyakit Menular

Penyakit menular bersifat menular, di mana perpindahan penyakit terjadi dari satu orang ke orang lain, dari hewan ke orang baik secara langsung maupun tidak langsung. Kontak langsung termasuk penularan dari darah, tinja atau cairan tubuh lain yang terinfeksi sedangkan penularan kontak tidak langsung meliputi udara, air, makanan, dan serangga. Penyakit-penyakit ini disebut akut karena berkembang dengan cepat.

Gejala penyakit menular dapat bervariasi, beberapa gejala penyakit menular yang paling umum adalah diare, muntah, disentri, sakit otot, sakit kepala, flu, rabies, gatal, demam, batuk dll.

Penyakit menular seksual termasuk bisul di area genital, bau, keluarnya cairan keabu-abuan atau keabu-abuan, lesi yang terletak di organ seksual dan bagian tubuh lainnya ketika infeksi sudah menyebar.

Penyakit umum dan agen penyebabnya adalah Bakteri, Virus, Protozoa, dan Jamur.

  • Bakteri : Yaitu organisme bersel tunggal, lebih besar dari virus, menyebabkan batuk rejan, gonore, TBC.
  • Virus : Yaitu organisme terkecil yang bertanggung jawab dalam menyebabkan campak, hepatitis, AIDS.
  • Protozoa : Yaitu organisme sel tunggal yang menyebabkan malaria, disentri.
  • Jamur : Bertanggung jawab menyebabkan kurap, dll

Definisi penyakit Tidak Menular

Penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak menyebar dari orang ke orang, karenanya tidak menular, tetapi disebabkan oleh perubahan gaya hidup, kebiasaan makan, perubahan lingkungan, alergi, kekurangan gizi, penyakit jangka panjang, efek samping dari obat-obatan, atau mungkin faktor keturunan. Penyakit tidak menular disebut kronis yang artinya penyakit ini butuh jangka panjang dan berkembang perlahan.

Contohnya adalah diabetes, stroke, alergi, obesitas, kelaparan berlebihan, haus, penglihatan kabur, sering buang air kecil, hipertensi, penyakit kardiovaskular, kanker dll.

Penyakit ini dapat dicegah dengan mempertahankan pola makan yang tepat, melakukan olahraga sesuai usia, mengunjungi dokter untuk memeriksakan tubuh secara teratur dan yang terpenting dengan tidak mengabaikan gejala tunggal atau tanda pada tubuh yang mengindikasikan penyakit. Penyakit tidak menular dapat diobati dengan metode konservatif atau pembedahan, tergantung pada jenis penyakit.

Perbedaan Inti Antara Penyakit Menular dan Tidak Menular

Poin berikut ini akan membantu dalam menemukan perbedaan utama antara penyakit menular dan tidak menular:

  1. Penyakit menular disebut sebagai penyakit akut, yang berarti berkembang dengan cepat. Penyakit ini adalah jenis penyakit yang menular dan paling terinfeksi, di mana penularannya dapat secara langsung atau tidak langsung dari satu orang ke orang lain, atau dari hewan ke orang melalui udara, air, makanan, serangga, transmisi darah, kontak fisik dengan orang yang terinfeksi, dll. Sementara penyakit tidak menular disebut sebagai penyakit kronis yang berkembang perlahan dan bertahan lama dalam tubuh, mereka tidak menular dan disebabkan karena penyakit jangka panjang, perubahan gaya hidup, faktor lingkungan, atau bisa turun temurun.
  2. Contoh penyakit menular yaitu diare, disentri, flu, rabies, malaria, TBC, dingin, demam, batuk, muntah; Hipertensi, kanker, diabetes, penyakit kardiovaskular, stroke, nyeri otot adalah contoh penyakit tidak menular.
  3. Agen penyebab adalah bakteri, virus, dan parasit pada penyakit menular tetapi penyakit tidak menular terjadi karena perubahan gaya hidup, faktor lingkungan, pola makan yang tidak terkontrol, penggunaan alkohol, faktor genetik, dll.

Kesimpulan

Perbedaan di atas antara penyakit menular dan tidak menular tidak berarti bahwa yang satu berbahaya dan yang lain tidak, melainkan perbedaannya hanya untuk memberikan perbedaan dasar antara keduanya yang dapat membantu dalam mengenal mereka lebih baik.

Menurut WHO (World Health Organization), 60 persen kematian di seluruh dunia hanya disebabkan oleh penyakit Tidak Menular. Juga, ditemukan bahwa penyakit menular lebih banyak menyebar di negara-negara berkembang daripada negara-negara maju.

Next Post

Perbedaan Antara Mitokondria dan Kloroplas pada Sel

Mitokondria menghasilkan energi untuk sel dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat) dengan menggunakan nutrisi dan oksigen. Kloroplas ada dalam tumbuhan hijau dan beberapa alga, dan dikenal sebagai tempat di mana proses fotosintesis terjadi. Dalam sel eukariota, hanya ada tiga organel yang dibatasi oleh struktur membran ganda yaitu nukleus, mitokondria, dan kloroplas. […]
Mitokondria
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan Kembali