Reaksi Endoterm dan Reaksi Eksoterm

Perbedaan Antara Reaksi Endoterm dan Reaksi Eksoterm

Perbedaan utama antara reaksi endoterm dan reaksi eksoterm adalah bahwa reaksi endoterm adalah jenis reaksi di mana panas diserap dari sekitarnya sedangkan reaksi eksoterm adalah reaksi di mana panas dilepaskan ke sekitarnya.

Reaksi Endoterm dan Reaksi Eksoterm

Atas dasar energi atau panas, reaksi kimia diklasifikasikan menjadi dua jenis utama, yaitu reaksi endoterm dan reaksi eksoterm. Reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap energi dalam bentuk panas dari lingkungan sedangkan reaksi eksoterm melepaskan energi ke sekitarnya. Jadi, energi harus disediakan jika terjadi reaksi endoterm, tetapi reaksi eksoterm tidak memerlukan energi. Dalam reaksi endoterm, substrat memiliki lebih sedikit energi daripada produk sedangkan dalam reaksi eksoterm, substrat memiliki lebih banyak energi dibandingkan dengan produk. Perubahan energi ini selama reaksi berbeda disebut reaksi panas dan dikenal sebagai entalpi yang dilambangkan dengan ‘ΔH‘ dan dinyatakan dalam kJ/mol.

Reaksi Endoterm dan Reaksi Eksoterm
Reaksi Endoterm dan Reaksi Eksoterm

Tabel perbandingan

Reaksi EndotermReaksi eksoterm
Reaksi di mana sistem menyerap energi dari lingkungan disebut reaksi endoterm.Reaksi di mana sistem melepaskan energi ke lingkungan disebut reaksi eksoterm.
Pengertian
Endoterm berasal dari kata Yunani di mana “Endo” berarti “di dalam” sementara “Termik” berarti “panas.”Eksoterm berasal dari kata Yunani di mana “Exo” berarti “di luar” sementara “Termik” berarti “panas.”
Kebutuhan Energi
Reaksi endoterm membutuhkan energi untuk menyelesaikannya.Reaksi eksoterm tidak membutuhkan energi.
Reaktan dan Produk
Reaksi endoterm memiliki reaktan energi rendah tetapi produk energi tinggi.Reaksi eksoterm memiliki reaktan energi tinggi tetapi produk energi rendah.
Lingkungan 
Reaksi endoterm membuat lingkungan menjadi dingin dengan menyerap energi.Reaksi eksoterm membuat lingkungan menjadi panas dengan melepaskan suhu.
Bentuk Energi
Energi diserap dalam reaksi endoterm.Dalam reaksi eksoterm, energi biasanya dilepaskan dalam bentuk panas, tetapi bisa juga dalam bentuk listrik, cahaya atau suara.
Entalpi (ΔH)
ΔH positif dalam reaksi endoterm karena panas diserap.ΔH negatif dalam reaksi eksoterm, karena panas berevolusi.
Aplikasi
Endoterm memiliki aplikasi dalam termodinamika; fisika, kimiaEksoterm juga digunakan dalam termodinamika; fisika, kimia
Contohnya
Fotosintesis, mereaksikan asam etanoat dengan natrium karbonatLedakan, besi karat, pembakaran batu bara, ikatan kimia, fisi nuklir, dan fusi adalah contoh reaksi eksoterm.

Apa itu Reaksi Endoterm ?

Kata endoterm berasal dari kata Yunani di mana “Endo” berarti “di dalam” sementara “Termik” mengacu pada “panas,” Jadi, reaksi endoterm adalah reaksi di mana panas diserap dari lingkungan. Panas harus disediakan jika terjadi reaksi endoterm. Dua atau lebih molekul atau reaktan bereaksi dengan adanya panas untuk membuat produk. Jadi, endoterm mendinginkan lingkungan sekitar dengan menyerap energi yang melaluinya. Selain itu, endoterm menyimpan energi dalam bentuk ikatan kimia produk. Oleh karena itu, dalam kasus reaksi endoterm, produk memiliki lebih banyak energi daripada reaktan. Selain itu, nilai ΔH selalu positif karena penyerapan panas selama reaksi.

Contoh

Fotosintesis adalah jenis reaksi endoterm di mana klorofil menggunakan karbon dioksida ditambah air dan energi dari sinar matahari untuk menghasilkan glukosa dan oksigen.

Apa itu Reaksi Eksoterm ?

Kata eksoterm berasal dari kata Yunani di mana, “exo” berarti “luar” sementara “Termik” mengacu pada “panas” Jadi, reaksi eksoterm adalah reaksi di mana panas dilepaskan ke lingkungan. Panas dilepaskan dalam kasus reaksi eksoterm. Terkadang berbahaya jika reaksi terjadi pada tingkat yang lebih tinggi. Dua atau lebih molekul bereaksi membentuk produk dengan melepaskan energi. Jadi sebagai hasilnya, akan meningkatkan suhu lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, dalam kasus reaksi eksoterm, reaktan memiliki lebih banyak energi daripada produk. Selama reaksi eksoterm, nilai ΔH selalu negatif karena pelepasan energi.

Contoh

Contohnya adalah api unggun di mana panas dilepaskan dari ikatan kimia kertas dan kayu dalam bentuk cahaya dan panas lalu menghangatkan orang yang ada di sekitarnya.

Perbedaan utama

  1. Jenis reaksi di mana sistem menyerap energi dari lingkungan disebut reaksi endoterm, sedangkan jenis reaksi di mana sistem melepaskan energi ke lingkungan disebut reaksi eksoterm.
  2. Dalam kata endoterm, “Endo” berarti “di dalam” sementara “Termik” berarti “panas” di sisi lain, dalam kata eksoterm, “ekso” berarti “luar” sementara “Termik” mengacu pada “panas.”
  3. Reaksi endoterm membutuhkan energi untuk menyelesaikannya sedangkan reaksi eksoterm tidak membutuhkan energi.
  4. Reaksi endoterm memiliki reaktan energi rendah tetapi produk energi tinggi sebaliknya reaksi eksoterm memiliki reaktan energi tinggi tetapi produk energi rendah.
  5. Reaksi endoterm membuat lingkungan menjadi dingin dengan menyerap energi, di sisi lain reaksi eksoterm membuat lingkungan menjadi panas dengan melepaskan suhu.
  6. Energi diserap dalam reaksi endoterm sedangkan dalam reaksi eksoterm, energi biasanya dilepaskan dalam bentuk panas, tetapi juga bisa dalam bentuk listrik, cahaya atau suara.
  7. Selama reaksi endoterm, nilai ΔH selalu positif karena penyerapan panas sedangkan dalam reaksi eksoterm, nilai ΔH selalu negatif karena pelepasan energi.
  8. Fotosintesis adalah contoh reaksi endoterm sedangkan api unggun adalah contoh reaksi eksoterm.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, disimpulkan bahwa reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap panas dan menyimpannya dalam ikatan kimia produknya, misalnya fotosintesis sedangkan reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan energi yang tersimpan dari reaktan ke lingkungan, misalnya api unggun.