Perbedaan Antara Senyawa Organik dan Anorganik

Perbedaan Antara Senyawa Organik dan Anorganik

Perbedaan Senyawa Organik dan Anorganik – Senyawa organik dan senyawa anorganik membentuk dasar kimia. Perbedaan utama antara senyawa organik dan senyawa anorganik adalah bahwa senyawa organik selalu mengandung karbon sedangkan sebagian besar senyawa anorganik tidak mengandung karbon. Juga, hampir semua senyawa organik mengandung ikatan karbon-hidrogen atau CH.

Tahukah kamu?

Kimia organik dan anorganik adalah dua disiplin ilmu kimia utama. Seorang ahli kimia organik mempelajari molekul dan reaksi organik, sedangkan kimia anorganik berfokus pada reaksi anorganik.

Perbedaan Antara Senyawa Organik dan Anorganik
Perbedaan Antara Senyawa Organik dan Anorganik

Contoh-contoh Senyawa atau Molekul Organik

Molekul yang terkait dengan organisme hidup adalah organik. Ini termasuk asam nukleat, lemak, gula, protein, enzim dan bahan bakar hidrokarbon. Semua molekul organik mengandung karbon, hampir semua mengandung hidrogen, dan banyak pula yang mengandung oksigen. Contohnya:

  • DNA
  • gula atau sukrosa, C12H 22O 11
  • benzena, C6H6
  • metana, CH4
  • etanol C2H6O

Contoh-contoh Senyawa Anorganik

Anorganik meliputi garam, logam, zat yang terbuat dari unsur tunggal dan senyawa lain yang tidak mengandung karbon yang terikat pada hidrogen. Beberapa molekul anorganik memang mengandung karbon. Contohnya:

  • garam atau natrium klorida, NaCl
  • karbon dioksida, CO2
  • berlian (karbon murni)
  • perak
  • belerang

Senyawa Organik Tanpa Ikatan CH

Ada beberapa senyawa organik yang tidak mengandung ikatan karbon-hidrogen. Contoh pengecualian ini termasuk:

  • karbon tetraklorida (CCl4)
  • urea [CO(NH2) 2]

Senyawa dan Kehidupan Organik

Ssebagian besar senyawa organik yang dijumpai dalam kimia diproduksi oleh organisme hidup, molekul mungkin terbentuk melalui proses lain. Misalnya, ketika para ilmuwan berbicara tentang molekul organik yang ditemukan di Pluto, ini tidak berarti ada alien di pluto. Radiasi matahari dapat menyediakan energi untuk menghasilkan senyawa organik dari senyawa karbon anorganik.