Perbedaan antara Nyamuk Jantan dan Nyamuk Betina No ratings yet.

Diposting pada

Perbedaan Nyamuk Jantan dan Nyamuk Betina – Perbedaan utama antara nyamuk jantan dan betina adalah bahwa nyamuk betina adalah satu-satunya yang mnghisap darah, dan itu juga hanya setelah kawin, sedangkan nyamuk jantan bertahan hidup di air dan nektar.

Nyamuk adalah salah satu hewan yang paling umum ada di dunia. Ke mana pun orang pergi di dunia, mereka pasti berinteraksi dengan nyamuk. Hanya ada beberapa daerah di dunia di mana nyamuk tidak ada, dan itu hanya ketika cuaca dingin yang ekstrim.

Nyamuk adalah parasit, yang bertahan hidup dengan meminum darah hewan lain. Selain mengganggu dengan mengisap darah dan berdengung di sekitar telinga kita, nyamuk bisa sangat berbahaya. Dengan menggigit hewan dan manusia yang berbeda, nyamuk cenderung menyebarkan sejumlah penyakit dari satu inang ke inang lainnya seperti malaria, demam kuning, virus Chikungunya, virus West Nile, demam berdarah, filariasis, virus Zika dan arbovirus lainnya. Nyatanya, nyamuk membunuh manusia paling banyak daripada hewan lainnya. Mereka  membunuh lebih dari 700.000 orang setiap tahun.

Yang tidak disadari sejumlah orang adalah bahwa nyamuk jantan, sebenarnya tidak menghisap darah. Nyamuk jantan bertahan hidup hanya di atas air dan nektar dari tanaman dan buah-buahan. Nyamuk janta, satu-satunya tujuan mereka adalah untuk kawin dengan nyamuk betina. Pada sebagian besar spesies, betina adalah satu-satunya yang memakan darah, dan itu juga hanya setelah kawin, jika tidak kawin mereka bertahan hidup di air dan nektar seperti jantan. Nyamuk betina sebenarnya membutuhkan nutrisi seperti zat besi dan protein dari darah, agar bisa bertelur.

Selain itu, ada sejumlah perbedaan lain antara nyamuk jantan dan betina, yang paling jelas adalah bahwa betina bertelur setelah kawin, sedangkan jantan tidak. Selain itu, antena nyamuk jantan dan betina berbeda. Nyamuk betina memiliki antena polos yang membantu mereka menembus kulit dan meminum darah, mirip dengan mengisap melalui sedotan. Jantan, di sisi lain, memiliki antena berbulu yang membantu mereka merasakan dan mengantisipasi gerakan sayap betina. Ini berguna terutama saat kawin, karena sang jantan perlu mengantisipasi pergerakan betina.

Gambar nyamuk jantan dan nyamuk betina

Perbedaan antara Nyamuk Jantan dan Nyamuk Betina
Perbedaan antara Nyamuk Jantan dan Nyamuk Betina

Bagian mulut nyamuk jantan dan betina juga berbeda. Probosis/belalai/sungut nyamuk betina terbentuk agar lebih bisa menembus kulit manusia. Juga, nyamuk betina cenderung lebih besar ukurannya daripada jantan. Fakta lain  adalah bahwa nyamuk betina membuat suara dengung yang mengganggu pada nada yang jauh lebih tinggi daripada nyamuk jantan.

Selain itu, nyamuk betina cenderung hidup lebih lama dari nyamuk jantan. Umur nyamuk jantan hanya satu hingga dua minggu, sedangkan nyamuk betina umumnya hidup antara dua hingga empat minggu.

Seperti yang dapat dilihat, nyamuk betina lebih berbahaya bagi manusia, karena mereka yang menghisap darah manusia, yang dapat menyebabkan iritasi kulit, yaitu gatal yang timbul di tempat gigitan. Dalam beberapa kasus, gigitan ini bahkan bisa lebih berbahaya karena nyamuk dapat membawa penyakit seperti malaria, demam kuning, virus West Nile, demam berdarah, dll. Nyamuk kemudian dapat menularkan penyakit ini ke inang, yaitu orang yang mereka gigit. Itulah sebabnya yang terbaik adalah melindungi diri dari nyamuk dengan menutupi kulit yang terpapar atau dengan menyingkirkan nyamuk di rumah

Tabel Perbandingan antara Nyamuk Jantan dan Nyamuk Betina:

Nyamuk jantan

Nyamuk betina

Kingdom

Animalia

Divisi

Euarthropoda

Kelas

Insecta

Memesan

Diptera

Ordo

Culicoidea

Family

Culicidae

Perbedaan

41 genera, 3500 spesies

Jenis kelamin Jantan Betina
Ukuran Sedikit lebih kecil dari betina Sedikit lebih besar dari pada jantan
Masa hidup 1-2 minggu 2-4 minggu
Makanan Menghisap hanya nektar dari buah-buahan dan tanaman Betina dari beberapa spesies nyamuk menghisap darah.
Antena Antena berbulu atau fuzzy, agar bisa merasakan gerakan sayap betina Antena halus dan polos, lebih baik untuk menusuk kulit dan menghisap darah. Berisi reseptor bau untuk menargetkan sumber darah.
Reproduksi Hanya kawin dengan betina Kawin dengan jantan, dan kemudian bertelur
Suara Memancarkan suara mendengung di nada rendah

Memancarkan suara mendengung di nada yang lebih tinggi

Baca:  Perbedaan antara Hewan Ayam dan Kalkun

Bagaimana Artikel Kami?

Gambar Gravatar
Seorang Guru dan Dosen. Aktif melakukan riset di bidang pendidikan dan fisika. Lulusan sarjana pendidikan Universitas Negeri Makassar dan magister Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Artikel dalam website ini valid dan dapat dipercaya kebenarannya.