Perbedaan Pengambilan Sampel Probability dan Non Probability No ratings yet.

Diposting pada

Dalam Statistik, pengambilan sampel adalah proses mempelajari populasi dengan mengumpulkan informasi dan menganalisis data tersebut. Pengambilan sampel adalah dasar dari data di mana jumlah sampel sangat besar. Penelitian statistik terdiri dari dua bentuk:

  • Dalam bentuk pertama, setiap domain dipelajari, dan hasilnya dapat diperoleh dengan menghitung jumlah semua unit.
  • Dalam bentuk kedua, hanya satu unit di bidang survei diambil yang mewakili domain. Hasil sampel ini meluas ke domain. Jenis penelitian ini dikenal sebagai sampel survei.

Teknik Pengambilan Sampel

Dalam Statistik, ada berbagai teknik pengambilan sampel yang tersedia untuk mendapatkan hasil yang relevan dari populasi. Dua jenis metode pengambilan sampel adalah ::

  • Pengambilan Sampel Probabilitas (Probability Sampling)
  • Pengambilan Sampel Non-probabilitas (Non Probability Sampling)

Pengambilan Probability Sampling

Metode sampling probabilitas menggunakan beberapa bentuk seleksi acak. Dalam metode ini, semua individu yang memenuhi syarat memiliki kesempatan untuk terpilih menjadi sampel dari seluruh ruang sampel

Metode ini lebih memakan waktu dan mahal daripada metode pengambilan sampel non-probabilitas. Manfaat menggunakan probability sampling adalah menjamin sampel yang seharusnya mewakili populasi. Jenis utama dari pengambilan sampel probabilitas adalah:

Sampel acak sederhana (simple random sampling)

simple random sampling
simple random sampling

Dalam teknik pengambilan sampel acak sederhana, setiap item dalam populasi memiliki peluang yang sama dan kemungkinan untuk dipilih dalam sampel. Karena pemilihan item sepenuhnya tergantung pada kesempatan, metode ini dikenal sebagai ” Metode Pemilihan Kesempatan “. 

Karena ukuran sampel besar, dan item dipilih secara acak, maka dikenal sebagai ” Sampel Perwakilan “.

Sampling sistematis

Dalam metode pengambilan sampel sistematis, item dipilih dari populasi target dengan memilih titik pemilihan acak dan memilih metode lain setelah interval sampel tetap. Ini dihitung dengan membagi ukuran total populasi dengan ukuran populasi yang diinginkan.

Pengambilan Sampel Stratifikasi (Stratified Random Sampling)

Stratified Random Sampling
Stratified Random Sampling

Dalam metode pengambilan sampel bertingkat, total populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk menyelesaikan proses pengambilan sampel. Kelompok kecil dibentuk berdasarkan beberapa karakteristik dalam populasi. Setelah memisahkan populasi menjadi kelompok yang lebih kecil, para ahli statistik secara acak memilih sampel.

Pengambilan Sampel Berkelompok

Dalam metode pengambilan sampel berkerumun, kelompok atau sekelompok orang dibentuk dari kumpulan populasi. Kelompok ini memiliki karakteristik penting yang serupa. Juga, mereka memiliki peluang yang sama untuk menjadi bagian dari sampel. Metode ini menggunakan sampel acak sederhana untuk kelompok populasi.

Pengambilan Non Probability Sampling

Metode pengambilan sampel non-probabilitas adalah teknik di mana peneliti memilih sampel berdasarkan penilaian subyektif daripada pemilihan acak. Dalam metode ini, tidak semua anggota populasi memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Jenis pengambilan sampel non-probabilitas adalah:

Sampling Kenyamanan (convenience sampling)

Dalam metode convenience sampling, sampel dipilih dari populasi langsung karena mereka tersedia untuk peneliti. Sampel mudah dipilih, dan peneliti tidak memilih sampel yang menguraikan seluruh populasi.

Pengambilan Sampel Berturutan

Pengambilan sampel secara berurutan mirip dengan convenience sampling dengan sedikit variasi. Peneliti memilih satu orang atau sekelompok orang untuk pengambilan sampel. Kemudian peneliti melakukan riset untuk jangka waktu tertentu untuk menganalisis hasilnya dan pindah ke kelompok lain jika diperlukan.

Pengambilan Sampel Kuota

Dalam metode kuota sampling, peneliti membentuk sampel yang melibatkan individu untuk mewakili populasi yang didasarkan pada sifat atau kualitas tertentu. Peneliti memilih himpunan bagian sampel yang membawa koleksi data berguna yang menggeneralisasi seluruh orang.

Sampling Purposive atau Judgmental

Dalam purposive sampling, sampel dipilih hanya berdasarkan pengetahuan peneliti. Karena pengetahuan mereka sangat berperan dalam menciptakan sampel, ada kemungkinan mendapatkan jawaban yang sangat akurat dengan kesalahan marjinal minimum. Ini juga dikenal sebagai judgemental sampling atau pengambilan sampel otoritatif.

Pengambilan Sampel Bola Salju (Snowball Sampling)

Snowball Sampling
Snowball Sampling

Pengambilan sampel bola salju juga dikenal sebagai teknik pengambilan sampel rujukan rantai. Dalam metode ini, sampel memiliki sifat-sifat yang sulit ditemukan. Jadi, setiap anggota populasi yang diidentifikasi diminta untuk menemukan unit pengambilan sampel lainnya. Unit-unit pengambilan sampel juga milik populasi target yang sama.

Bagaimana Artikel Kami?

Gambar Gravatar
Seorang Guru dan Dosen. Aktif melakukan riset di bidang pendidikan dan fisika. Lulusan sarjana pendidikan Universitas Negeri Makassar dan magister Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Artikel dalam website ini valid dan dapat dipercaya kebenarannya.