Perbedaan Antara Validitas dan Realiabilitas

Perbedaan Antara Validitas dan Realiabilitas

Perbedaan Validitas dan Reliabilitas – Sederhananya, validitas instrumen adalah apakah intrumen itu mampu mengukur apa yang diharapkan untuk diukur. Ini tidak sama dengan reliabilitas, yang mengacu pada sejauh mana pengukuran menghasilkan hasil yang konsisten.

Untuk tujuan memeriksa keakuratan dan penerapan, skala pengukuran multi-item perlu dievaluasi, dalam hal reliabilitas, validitas, dan generalisasi. Ini adalah kualitas-kualitas pilihan tertentu yang mengukur kebaikan dalam mengukur karakteristik yang dipertimbangkan. Validitas adalah semua tentang kepercayaan penelitian, sedangkan reliabilitas hanyalah pengulangan dari hasil.

Artikel ini akan memecah perbedaan mendasar antara validitas dan reliabilitas.

Tabel perbandingan Validitas dan Reliabilitas

VALIDITASRELIABILITAS
PengertianValiditas menyiratkan sejauh mana instrumen penelitian mengukur, apa yang dimaksudkan untuk diukur.Reliabilitas mengacu pada sejauh mana skala menghasilkan hasil yang konsisten, ketika pengukuran berulang dilakukan.
InstrumenInstrumen yang valid selalu dapat diandalkan.Instrumen yang telah reliabel tidak perlu instrumen yang valid.
Berhubungan denganKetepatanPresisi
PenilaianSulitMudah
Perbedaan Antara Validitas dan Realiabilitas
Pilihan ganda merupakan salah satu bentuk instrumen yang umum digunakan

Definisi Validitas

Dalam statistik, istilah validitas adalah tolok ukur terpenting yang memberi sinyal sejauh mana alat pengukur penelitian mengukur apa yang seharusnya diukur.

Secara sederhana, validitas mengukur titik perbedaan yang ditemukan dengan skala mencerminkan perbedaan nyata, di antara objek pada karakteristik yang diteliti. Agar dianggap benar-benar valid, seharusnya tidak memiliki kesalahan pengukuran. Ada tiga jenis validitas, yaitu:

  • Validitas Isi : Atau dikenal sebagai validitas wajah, adalah titik di mana skala menyediakan cakupan yang memadai dari subjek yang diuji.
  • Validitas Kriteria  : Jenis validitas yang mengukur kinerja alat ukur, yaitu apakah kinerjanya seperti yang diharapkan atau diperkirakan, sehubungan dengan variabel lain, dipilih sebagai parameter yang bermakna. Kriteria tersebut harus relevan, tidak bias, dapat diandalkan, dll.
  • Validitas Konstruk  :  Validitas konstruk dalam ukuran mengacu pada sejauh mana ia mematuhi estimasi korelasi dengan anggapan teoretis lainnya.

Definisi Reliabilitas

Reliabilitas berarti sejauh mana alat pengukuran memberikan hasil yang konsisten jika pengukuran dilakukan berulang kali. Untuk menilai pendekatan keandalan yang digunakan adalah tes-retest, metode konsistensi internal, dan bentuk-bentuk alternatif.

  • Reliabilitas stabil (stability reliability)

Mengacu pada waktu. Untuk menentukan stabilitas, tes dilakukan ulang terhadap variabel yang sama di waktu yang berlainan. Hasil pengujian tersebut akan dibandingkaan dan berkorelasi dengan pengujian awal untuk memberikan stabilitas.

  • Reliabilitas terwakili (representative reliability)

Mengacu pada keterandalan masing-masing grup. Menguji apakah penyampaian indikator sama jawabannya saat diterapkan ke kelompok yang berbeda-beda.[2]

  • Reliabilitas seimbang (equivalence reliability)

Menerapkan banyak indikator yang dapat dioperasionalisasikan ke semua konsepsi pengukuran. Kesetaraan keandalan akan menggunakan dua instrumen untuk mengukur konsep yang sama pada tingkat kesulitan yang sama. Reliabilitas atau tidaknya pengujian akan ditentukan dari hubungan dua skor instrumen, atau lebih dikenal dengan hubungan antara variabel bebas (independen variable) dengan variabel terikat (dependen variable).

Kesalahan sistematis tidak mempengaruhi reliabelnya, tetapi kesalahan acak menyebabkan inkonsistensi hasil, sehingga tingkat reliabelnya lebih rendah. Ketika instrumen penelitian sesuai dengan reliabilitas, maka orang dapat yakin bahwa faktor temporer dan situasional tidak mengganggu. Keandalan dapat ditingkatkan dengan cara:

  • Standarisasi kondisi di mana pengukuran terjadi, yaitu sumber yang variasi terjadi harus dihapus atau diminimalkan.
  • Merancang arahan dengan hati-hati untuk pengukuran dengan mempekerjakan orang-orang seperti itu yang telah memiliki pengalaman yang cukup dan termotivasi juga, untuk melakukan penelitian dan juga dengan meningkatkan jumlah sampel yang diuji.

Perbedaan Penting Antara Validitas dan Reliabilitas

Poin-poin yang disajikan di bawah ini, menjelaskan perbedaan mendasar antara validitas dan reliabilitas:

  1. Tingkat pengukur skala, apakah instrumen yang dirancang mampu untuk mengukur, dikenal sebagai validitas. Di sisi lain, reliabilitas mengacu pada tingkat reproduktifitas hasil, jika pengukuran berulang dilakukan.
  2. Instrumen yang valid selalu dapat diandalkan, tetapi instrumen yang dapat diandalkan (reliabel) tidak perlu menjadi instrumen yang valid.
  3. Saat mengevaluasi skala multi-item, validitas dianggap lebih berharga dibandingkan dengan reliabilitas.
  4. Seseorang dapat dengan mudah menilai keandalan instrumen pengukuran, namun untuk menilai validitasnya sedikit sulit.
  5. Validitas berfokus pada akurasi, yaitu memeriksa apakah intrumen  menghasilkan hasil yang diharapkan atau tidak. Sebaliknya, reliabilitas berkonsentrasi pada presisi, yang mengukur sejauh mana instrumen menghasilkan hasil yang konsisten.

Kesimpulan

Singkatnya, validitas dan reliabilitas adalah dua tes vital pengukuran intsrumen. Keandalan instrumen dapat dievaluasi dengan mengidentifikasi proporsi variasi sistematis dalam instrumen. Di sisi lain, validitas instrumen dinilai dengan menentukan sejauh mana variasi dalam skor skala yang diamati menunjukkan variasi aktual di antara mereka yang diuji.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *