Peta Konsep Suhu dan Kalor

Peta Konsep Suhu dan Kalor – Pada kehidupan sehari-hari, Anda sering mendengar istilah ‘panas’ dan ‘dingin’. Di siang hari udara terasa panas dan pada malam hari udara terasa dingin. Segelas air es yang ada di meja akan terasa dingin dan nasi yang berada dalam penghangat nasi terasa panas.

Keadaan derajat panas dan dingin yang di alami suatu benda atau keadaan dinamakan suhu. Suhu yang dialami pada suatu benda tergantung energi panas yang masuk pada benda tersebut. Benda dikatakan panas jika bersuhu tinggi sedang benda dikatakan dingin jika bersuhu rendah.

Pada umumnya benda yang bersuhu tinggi (panas), akan mengalirkan suhunya ke benda yang memiliki suhu lebih rendah. Air panas yang dicampur dengan air dingin akan menjadi air hangat. Hal ini berarti ada sesuatu yang berpindah atau masuk pada air dingin, yaitu panas atau kalor. Air hangat merupakan keseimbangan antara suhu panas dan dingin.

Kalor sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa kabel listrik terlihat kendor di siang hari, rel kereta api diberi rongga pada sambungannya, demikian juga dalam pemasangan kaca pada jendela. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh kalor. Pada bab ini, akan menjelaskan tentang pengaruh kalor terhadap zat, cara perpindahan kalor, dan penerapan asas Black

Peta Konsep Suhu dan Kalor
Peta Konsep Suhu dan Kalor
Next Post

Pengertian Fermentasi dalam Biologi (Jenis dan Media Fermentasi)

Biologi Fermentasi : Sejak dahulu kala, manusia telah menggunakan berbagai teknik untuk membuat dan mengawetkan makanan sehingga tahan lebih lama. Salah satu metode paling antik melibatkan produksi makanan melalui proses fermentasi. Baik itu anggur, keju, yogurt, roti atau acar, fermentasi adalah bagian tak terpisahkan dari banyak makanan tersebut. Pada artikel […]
Makanan Hasil Fermentasi
Please disable your adblock for read our content.
Segarkan Kembali