Sejarah Ilmu Kriogenik No ratings yet.

Diposting pada

Sejarah Ilmu KriogenikKriogenik atau dalam bahasa inggris cryogenics dikembangkan pada abad ke-19 sebagai hasil dari upaya para ilmuwan untuk mencairkan gas permanen. Salah satu yang paling sukses dari para ilmuwan ini adalah ahli fisika Inggris Michael Faraday (1791-1867). Pada tahun 1845, Faraday telah berhasil mencairkan sebagian besar gas permanen yang diketahui keberadaannya. Prosedurnya terdiri dari mendinginkan gas dengan merendamnya dalam rendaman eter dan es kering, lalu menekan gas hingga mencair.

Namun, enam gas menolak setiap upaya pencairan dan dikenal pada saat itu sebagai gas permanen. Gas itu adalah oksigen, hidrogen, nitrogen, karbon monoksida, metana, dan nitrat oksida. Gas mulia yaitu helium, neon, argon, kripton, dan xenon belum ditemukan. Dari gas-gas permanen yang diketahui, oksigen dan nitrogen (unsur utama udara), mendapat perhatian terbesar.

Selama bertahun-tahun simpatisan bekerja untuk mencairkan udara. Akhirnya, pada tahun 1877, Louis Cailletet (1832–1913) di Prancis dan Raoul Pictet (1846–1929) di Swiss berhasil menghasilkan tetesan pertama dari udara cair. Kemudian, pada tahun 1883, jumlah oksigen cair pertama yang dapat diukur diproduksi oleh SF von Wroblewski (1845–1888) di Universitas Krakow. Oksigen berhasil ditemukan mencair pada suhu 90 K, dan nitrogen pada 77 K.

K adalah singkatan dari Kelvin

Sejarah Ilmu Kriogenik
Sejarah Ilmu Kriogenik | Sumber https://www.airliquide.com/industry/industrial-cryogenics

Setelah pencairan udara, perlombaan untuk mencairkan hidrogen terjadi. James Dewar (1842–1923), seorang ahli kimia Skotlandia akhirnya berhasil pada tahun 1898. Dia menemukan titik didih hidrogen menjadi sangat dingin di suhu 20 K. Pada tahun yang sama, Dewar berhasil membekukan hidrogen, sehingga mencapai suhu terendah yang dicapai pada waktu itu yaitu 14 K.

Berlalunya waktu argon akhirnya ditemukan (1894) sebagai pengotor dalam nitrogen cSelanjutnya, kripton dan xenon ditemukan (1898) selama distilasi fraksionalargon cair. (Distilasi fraksional dilakukan dengan mencairkan campuran gas, yang masing-masing memiliki titik didih berbeda. Ketika campuran diuapkan, gas dengan titik didih tertinggi menguap terlebih dahulu, diikuti oleh gas dengan titik didih tertinggi kedua, dan seterusnya). di.)

Baca:  Pengertian Ilmu Fisika dan Ruang Lingkupnya

Setiap gas yang baru ditemukan terkondensasi pada suhu lebih tinggi dari titik didih hidrogen tetapi lebih rendah dari 173 K. Unsur terakhir yang dicairkan adalah gas helium. Pertama kali ditemukan pada tahun 1868 dalam spektrum Matahari dan kemudian di Bumi (1885), helium memiliki titik didih terendah dari setiap zat yang diketahui. Pada tahun 1908, fisikawan Belanda Heike Kamerlingh Onnes (1853–1926) akhirnya berhasil mencairkan helium pada suhu 4,2 K.

Bagaimana Artikel Kami?

Gambar Gravatar
Seorang Guru dan Dosen. Aktif melakukan riset di bidang pendidikan dan fisika. Lulusan sarjana pendidikan Universitas Negeri Makassar dan magister Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Artikel dalam website ini valid dan dapat dipercaya kebenarannya.