Tahap Praoperasional Perkembangan Kognitif Piaget

Posted on

Tahap Praoperasional Perkembangan Kognitif Piaget – Tahap praoperasional adalah tahap kedua dalam teori perkembangan kognitif Piaget (Jean Piaget [ʒɑ̃ pjaˈʒɛ] (lahir di Neuchâtel, Swiss, 9 Agustus 1896 – meninggal 16 September 1980 pada umur 84 tahun) adalah seorang filsuf, ilmuwan)Tahap ini dimulai sekitar usia 2, ketika anak-anak mulai berbicara, dan berlangsung hingga sekitar usia 7 tahun.

Selama tahap ini, anak-anak mulai terlibat dalam permainan simbolis dan belajar memanipulasi simbol. Namun, Piaget mencatat bahwa mereka belum memahami logika konkret.

Penjelasan Tahap Praoperasional Teorti Perkembangan Kognitif Piaget

Karakteristik Utama

Tahap praoperasional terjadi kira-kira antara usia 2 dan 7. Perkembangan bahasa adalah salah satu keunggulan periode ini. Piaget mencatat bahwa anak-anak pada tahap ini belum memahami logika konkret, tidak dapat secara mental memanipulasi informasi, dan tidak dapat mengambil sudut pandang orang lain, yang ia sebut egocentrism.

Tahap Praoperasional Perkembangan Kognitif Piaget
Tahap Praoperasional Perkembangan Kognitif Piaget | MasterIPA.com

Selama tahap praoperasional, anak-anak juga menjadi semakin mahir menggunakan simbol, yang dibuktikan dengan peningkatan bermain dan berpura-pura. Sebagai contoh, seorang anak dapat menggunakan objek untuk mewakili sesuatu yang lain, seperti berpura-pura sapu adalah seekor kuda.

Bermain peran juga menjadi penting Anak-anak sering memainkan peran “ibu”, “ayah”, “dokter”, dan banyak karakter lainnya.

Memahami Egosentrisme

Piaget menggunakan sejumlah teknik kreatif dan pintar untuk mempelajari kemampuan mental anak-anak. Salah satu teknik terkenal untuk menunjukkan egosentrisme melibatkan penggunaan layar tiga dimensi dari sebuah pemandangan gunung. Sering disebut sebagai “Tiga Tugas Gunung,” anak-anak diminta untuk memilih gambar yang menunjukkan pemandangan yang mereka amati.

Sebagian besar anak dapat melakukan ini dengan sedikit kesulitan. Selanjutnya, anak-anak diminta untuk memilih gambar yang menunjukkan apa yang orang lain amati ketika melihat gunung dari sudut pandang yang berbeda.

Tanpa kecuali, anak-anak hampir selalu memilih pemandangan yang menunjukkan pandangan mereka sendiri tentang pemandangan gunung. Menurut Piaget, anak-anak mengalami kesulitan ini karena mereka tidak dapat mengambil perspektif orang lain.

Peneliti lain juga melakukan eksperimen serupa. Dalam sebuah penelitian, anak-anak diperlihatkan sebuah kamar di sebuah rumah boneka kecil. Anak-anak dapat melihat di rumah boneka bahwa mainan tersembunyi di balik perabot. Anak-anak kemudian dibawa ke kamar berukuran penuh yang merupakan replika rumah boneka. Anak-anak yang sangat muda tidak mengerti untuk melihat ke belakang sofa untuk menemukan mainan, sementara anak-anak yang sedikit lebih tua segera mencari mainan itu.

Psikolog perkembangan merujuk pada kemampuan untuk memahami bahwa orang lain memiliki perspektif, pikiran, perasaan, dan keadaan mental yang berbeda sebagai teori pikiran.

Memahami Konservasi

Percobaan lain yang terkenal melibatkan pemahaman konservasi anak. Dalam satu eksperimen konservasi, jumlah cairan yang sama dituangkan ke dalam dua wadah yang identik. Cairan dalam satu wadah kemudian dituangkan ke dalam cangkir berbentuk berbeda, seperti cangkir tinggi dan tipis atau cangkir pendek dan lebar. Anak-anak kemudian ditanya cangkir mana yang paling banyak airnya?. Meskipun melihat bahwa jumlah cairan sama, anak-anak hampir selalu memilih cangkir yang tampak lebih penuh.

Piaget melakukan sejumlah percobaan serupa pada konservasi jumlah, panjang, massa, berat, volume, dan kuantitas. Ia menemukan bahwa beberapa anak menunjukkan pemahaman konservasi sebelum usia lima tahun.

Kritik

Seperti yang Anda ketahui, sebagian besar fokus Piaget pada tahap perkembangan ini terfokus pada apa yang belum bisa dilakukan oleh anak-anak. Konsep egosentrisme dan konservasi keduanya berpusat pada kemampuan yang belum dikembangkan oleh anak-anak; mereka tidak memiliki pemahaman bahwa hal-hal terlihat berbeda dengan orang lain dan objek dapat berubah dalam penampilan sementara tetap mempertahankan properti yang sama.

Namun, tidak semua orang setuju dengan penilaian Piaget tentang kemampuan anak-anak. Peneliti Martin Hughes, misalnya, berpendapat bahwa alasan mengapa anak-anak gagal di tiga tugas gunung adalah karena mereka tidak memahaminya. Dalam sebuah eksperimen yang melibatkan penggunaan boneka, Hughes menunjukkan bahwa anak-anak usia 4 tahun mampu memahami situasi dari berbagai sudut pandang, menunjukkan bahwa anak-anak menjadi kurang egosentris pada usia lebih dini daripada yang diyakini Piaget.

Gravatar Image
Seorang Guru dan Dosen. Aktif melakukan riset di bidang pendidikan dan fisika. Lulusan sarjana pendidikan Universitas Negeri Makassar dan magister Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Artikel dalam website ini valid dan dapat dipercaya kebenarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *