Tahap Sensorimotor Perkembangan Kognitif Piaget No ratings yet.

Diposting pada

Tahap Sensorimotor Perkembangan Kognitif Piaget – Tahap sensorimotor adalah yang paling awal dalam teori perkembangan kognitif Piaget (Jean Piaget [ʒɑ̃ pjaˈʒɛ] lahir di Neuchâtel, Swiss, 9 Agustus 1896 – meninggal 16 September 1980 pada umur 84 tahun) adalah seorang filsuf, ilmuwan). Dia menggambarkan periode ini sebagai masa pertumbuhan dan perubahan yang luar biasa.

Baca Juga: Tahap Praoperasional Perkembangan Kognitif Piaget

Tahap Sensorimotor Perkembangan Kognitif Piaget

Baca:  Biografi Lengkap Psikolog Jean Piaget

Pendahuluan

Selama fase awal perkembangan ini, anak-anak memanfaatkan keterampilan dan kemampuan yang mereka miliki sejak lahir (seperti mencari, menghisap, menggenggam, dan mendengarkan) untuk belajar lebih banyak tentang lingkungan. Dengan kata lain, mereka mengalami pengalaman dunia nyata dan mendapatkan pengetahuan melalui indra dan gerakan motorik mereka.

Ketika anak-anak berinteraksi dengan lingkungan mereka, mereka mengalami pertumbuhan kognitif yang mencengangkan dalam waktu yang relatif singkat — tahap sensorimotor berlangsung sejak lahir hingga sekitar usia 2 tahun.

Tahap Sensorimotor Perkembangan Kognitif Piaget
Tahap Sensorimotor Perkembangan Kognitif Piaget | MasterIPA.com

Sub Tahao

Tahap sensorimotor dapat dibagi menjadi enam sub-tahap terpisah yang ditandai dengan pengembangan keterampilan baru:

  1. Refleks (0-1 bulan) : Selama tahap ini anak memahami lingkungan murni melalui refleks bawaan seperti mengisap dan melihat.
  2. Reaksi Edaran Primer (1-4 bulan) : Tahap ini melibatkan koordinasi sensasi dan skema baru. Misalnya, seorang anak dapat mengisap jempolnya secara tidak sengaja dan kemudian dengan sengaja mengulang tindakan tersebut. Tindakan ini diulang karena bayi menganggap itu menyenangkan.
  3. Reaksi Edaran Sekunder (4-8 bulan) : Selama tahap ini, anak menjadi lebih fokus pada dunia dan mulai dengan sengaja mengulang tindakan untuk memicu respons di lingkungan. Misalnya, seorang anak akan dengan sengaja mengambil mainan untuk memasukkannya ke mulutnya.
  4. Koordinasi Reaksi (8-12 bulan) : Selama tahap ini, anak mulai menunjukkan tindakan yang jelas disengaja. Anak juga dapat menggabungkan skema untuk mencapai efek yang diinginkan. Anak-anak mulai menjelajahi lingkungan di sekitar mereka dan akan sering meniru perilaku yang diamati orang lain. Pemahaman objek juga dimulai selama waktu ini dan anak-anak mulai mengenali objek tertentu sebagai memiliki kualitas tertentu. Misalnya, seorang anak mungkin menyadari bahwa mainan akan mengeluarkan suara ketika terguncang.
  5. Reaksi Tersier (12-18 bulan) : Anak-anak memulai periode percobaan coba-coba selama tahap kelima ini. Misalnya, seorang anak dapat mencoba suara atau tindakan yang berbeda sebagai cara mendapatkan perhatian dari pengasuh
  6. Awal Pemikiran Representasi (18-24 bulan) : Anak-anak mulai mengembangkan simbol untuk mewakili peristiwa atau benda di dunia dalam tahap sensorimotor akhir. Selama waktu ini, anak-anak mulai bergerak menuju pemahaman dunia melalui operasi mental daripada murni melalui tindakan.

Benda Permanen

Menurut Piaget, mengembangkan  objek permanen  adalah salah satu pencapaian terpenting pada tahap perkembangan sensorimotor. Keabatan objek adalah pemahaman seorang anak bahwa objek tetap ada meskipun tidak dapat dilihat atau didengar.

Bayangkan permainan mengintip pada bayi, misalnya. Bayi yang sangat muda akan percaya bahwa orang atau benda lain itu telah lenyap dan akan bertindak terkejut atau terkejut ketika objek tersebut muncul kembali. Bayi yang lebih tua yang memahami kelekatan objek akan menyadari bahwa orang atau objek itu terus ada bahkan ketika tidak terlihat.

Ini adalah contoh klasik tentang bagaimana, selama tahap ini, pengetahuan bayi tentang dunia terbatas pada persepsi inderanya dan aktivitas motoriknya dan bagaimana perilaku terbatas pada tanggapan motorik sederhana yang disebabkan oleh rangsangan indrawi.

Bagaimana Artikel Kami?

Gambar Gravatar
Seorang Guru dan Dosen. Aktif melakukan riset di bidang pendidikan dan fisika. Lulusan sarjana pendidikan Universitas Negeri Makassar dan magister Pascasarjana Universitas Negeri Makassar. Artikel dalam website ini valid dan dapat dipercaya kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *